Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Macron Kutuk Pembunuhan Warga Sipil di Bucha Ukraina

BeritaIndo – Presiden Prancis Emmanual Macron mengutuk pembunuhan warga sipil di kota Bucha, Ukraina. Dia mengatakan otoritas Rusia harus menjawab kejahatan ini.

”Di jalanan, ratuwan warga sipil dibunuh dengan pengecut,” Tulis Macron di Twitter, mengacu pada kota Bucha di luar Kiewv, ibu kota Ukraina, tempat pasukan Rusia baru-baru ini menarik diri.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengutuk sekeras-kerasnya tindakan tentara Rusia ang jika dikonfirmasi, bisa merupakan kejahatan perang.”

”Saya telah menerima informasi yang menunjukkan pelanggaran besar-besaran pasukan Rusia di kota-kota Ukraina yang telah mereka tempati beberapa minggu terakhir ini, khususnya di daerah Bucha,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikirim.

Sebelumnya, pemerintah Ukraina menuduh pasukan rusia melakukan pembantaian di kota Bucha. Rusia langsung membantah tuduhan itu dengan menyebut foto dan video mayat di Bucha sebagai pertunjukan pemerintah Ukraina untuk Barat.

Gambar-gambar dari Bucha muncul setelah ukraina mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukannya telah merebut kembali kendali atas seluruh wilayah Kiev dan membebaskan kota-kota dari pasukan Rusia.

Gambar-gambar mayat itu memicu kemarahan di Ukraina dan luar negeri serta menambah tekanan pada Presiden Rusia Vladimir Putin dengan kemungkinan sanksi Barat lebih lanjut. Negara-negara Barat sejauh ini telah berusaha untuk mengisolasi Rusia secara ekonomi dan menghukumnya atas invasi. yang dimulai pada 24 Februari.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menggambarkan gambar mayat-mayat itu sebagai ”pukulan di perut”. Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baebock mengatakan Rusia harus membayar kejahatan perang dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pemerintahnya akan meningkatkan sanksi.

”Putin dan pendukungnya akan merasakan konsekuensinya,” kata Kanselir Jerman Olaf Scholz menambahkan bahwa sekutu Barat akan menyetujui sanksi lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.