Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Korban Robot Trading Minta Ivan Gunawan Hingga Rizky Billar Diperiksa

BeritaIndo – Korban robot trading dengan sistem MLM Ilegal, DNA Pro Akademik mendatangi kantor Badan Reskrim ( Bareskrim ) Polri. Mereka melaporkan, dan meminta beberapa publik figur diperiksa dalam kasus tersebut.

”yang kami laporkan, baik itu CEO-nya, owner-nya maupun terkait dengan founder dan leader foundernya. Karena ada beberapa owner dan leadernya adalah publik figur.

Zaenul menduga publik figur  tersebut ikut terlibat dan bisa dikenakan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Maka menurut Zanul, penting bagi polisi untuk mengklarifikasi.

”Kami menduga ya, kami tidak menuduh mereka, kita menduga, harapannya mereka diminta diklarifikasi bantu kami untuk menjelaskan itu supaya ini bisa clear,” jelasnya.

Dalam hal ini, Zaenul menyinggung sejumlah nama public figure. Diantaranya Ivan Gunawan, DJ Putri Una, Rizky Billar, Lesty Kejora, dan Ahmad Dhani.

Dia turut menunjukkan foto-foto para public gifure saat diduga mempromosikan DNA Pro. Zaenul mengatakan sekitar 122 orang yang menjadi kliennya. Jika diakumulasikan para korban mengalami kerugian hingga Rp 17 Miliar.

Zaenul mengatakan Dittipideksus Bareskrim sudah melakukan penyelidikan terhadap perkara itu atas laporan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sehingga, laporan yang diajukan para korban hanya berupa pengaduan masyarakat (dumas).

Diketahui, Kegiatan yang dilakukan PT DNA Pro Akademi diduga juga melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2011 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana menegaskan penegakan hukum akan dilakukan kepada pelaku usaha yang melanggar peraturan dan terbukti membangkang dengan membuka segel penutupan usaha dan beroperasi kembali.

”Tindakan tegas ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari keputusan Satuan Tugas Waspada Investasi yang melarang kegiatan PT DNA Pro Akademi pada Januari 2022,” Tambah Wisnu.

”Kami berharap pelaku usaha mematuhi ketentuan undang-undang nomor 10 tahun 2011 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi,” ungkap Wisnu.