October 28, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Klaim Korut Tak Terdampak Corona Jadi Alasan Tolak

BeritaIndo – Korea Utara (Korut) menolak tawaran vaksin virus Corona (Covid-19) Produksi Sinovac Biotech, China. Alasan, Korut menyebut harusnya vaksin nyaris 3 juta dosis itu dikirim ke negara yang terdampak parah.

Penolakan vaksin Corona oleh Korut itu diungkapkan oleh badan anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF. UNICEF adalah pihak mengatur pasokan vaksin Corona untuk program COVAX bagi negara-negara berpendapatan rendah.

UNICEF membeberkan alasan penolakan Korut itu. Kementerian Urusan Publik Korut, Kata UNICEF, melakukan rujukan pada pasokan vaksin global yang terbatas dan lonjakan Corona berkelanjutan di banyak negara. Sehingga mereka menolak.

Hingga saat ini, Korut tidak melaporkan satupun kasus virus Corona. Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu menerapkan langkah anti-Corona yang ketat di wilayahnya. Salah satunya adalah menutup perbatasan dan membatasi perjalanan domestik.

Seorang juru bicara UNICEF mengatakan Kementerian Urusan Publik Korut akan terus berkomunikasi dengan COVAX. Komunikasi dilakukan untuk menerima pasokan vaksin Corona dalam beberapa bulan ke depan.

Korut juga menolak pengiriman pasokan vaksin Corona AstraZeneca pad Juli lalu. Penolakan dilakukan karenba kekhawatiran soal efek sampingnya, saat laporan kasus pembekuan darah marak di beberapa negara.

Penolakan itu dilaporkan oleh forum diskusi think-tank Korea Selatan (Korsel). Forum itu berafiliasi dengan bada intelijen Korsel. Sementara itu, Institut Strategi Kemanan Nasional secara terpisah menyatakan bahwa Korut tidak tetarik pada vaksin Corona buatan China. Sebab mereka khawatir tidak terlalu efektif, akan tetapi mereka menunjukkan ketertarikan dengan vaksin Corona buatan Rusia.

Untuk diketahui, sejumlah negara, seperti Thailand dan Uruguay, mulai menggunakan vaksin mereka berbeda bagi warganya yang menerima suntikan vaksin Sinovac untuk dosis pertama, dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap Corona.

”Kami terus bekerja dengan otoritas DPRK (Nama Resmi Korut) Untuk membantu merespons Pandemi Covid-19,” Ucap Juru Bicara Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), salah satu organisasi yang memimpin program COVAX.