October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Kesal Ditegur Sering Mabuk, Pria Kepri Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Bosnya

BeritaIndo – Warga Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), Zulkifli (45) ditangkap polisi. Dia diduga menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa bosnya gara-gara sakit hati ditegur sering mabuk.

”Awal September kedua pelaku ini sudah ada merencanakan perampokan disertai pembunuhan terhadap korban. Diketahui korban ini adalah bos salah satu pelaku,” Kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt.

Harry mengatakan pembunuhan diduga terjadi pada Minggu (5/9) lalu. Zulkifli diduga menjanjikan upah Rp 200 juta ke seorang pembunuh bayaran bernama Dedi untuk menghabisi nyawa Zainuddin yang merupakan bos Zulkifli.

Pembunuhan berawal dari pertemuan korban dengan pelaku di rumah korban. Mereka kemudian pergi ke Bintan untuk membeli barang-barang berupa besi tua.

Setiba di wilayah Kijang, Pelaku meminta korban menghentikan mobil. Saat itulah Dedi menjerat leher korban dari belakang hingga tewas.

”Setelah korban lemas dan tidak bernyawa pelaku memindahkan korban ke bagian belakang mobil. Kemudian, pukul 16:00 WIB, korban dibawa ke Tanjung Uban batu untuk dikuburkan,” Kata Harry.

Setelah dikubur, pelaku membawa mobil korban ke Danau Biru Bintan. Selanjutnya, mobil tersebut dimasukkan ke dalam danau untuk menghilangkan jejak.

”Sebelum menenggelamkan mobil korban, kedua pelaku ini mengeluarkan surat-surat dan uang dari dashboard mobil. Termasuk satu unit handphone dan kabur ke wilayah Riau,” Katanya.

Direskrimum Polda Kepri Kombes Jefri Ronald Siagian mengatakan penangkapan kedua pelaku dilakukan tim gabungan Jatanras Polda Kepri dan Polres Bintan. Keduanya ditangkap di Riau pada Senin (27/9).

”Penangkapan setelah kita mendapatkan laporan dari keluarga korban. Dari hasil pemeriksaan ditemukan mobil korban di dalam danau dan dilakukan pendalaman ,” Kata Jefri.

”Dari pemeriksaan, total uang yang berhasil diambil para pelaku dari korban adalah Rp 260 juta dan telah dibelikan beberapa aset dan rumah yang sampai saat ini masih kita telusuri keberadaannya.” Sambungnya.

Pembunuhan diduga dipicu sakit hati Zulkifli terhadap korban sebagai bos. Korban, menurut Jefri, kerap menegur Zulkifli yang sering mabuk-mabukan dan punya utang.

”Motif Karena dendam, dia sering ditegur saat mabuk-mabukan. Intinya ada dendam salah satu pelaku. Sedangkan pelaku lain (Dedi) ikut karena dijanjikan Rp 200 juta oleh otak pelaku (Zulkifli), tetapi hanya dibayarkan Rp 3,5 juta,” Katanya.