Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, 10 Prajurit TNI Jadi Tersangka, 5 Polisi Disanksi

BeritaIndo – Sejumlah prajurit TNI dan anggota Polri menjadi tersangka hingga disanksi disiplin dalam kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin-angin di Langkat, Sumatera Utara.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, ada 10 prajurit TNI yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

”Kasus Langkat masih terus. kalau dari TNI sendiri kan waktu itu sudah ada sembilan, tapi sekarang sudah menjadi 10 tersangka dari TNI.” kata Andika usai bertemu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (23/5/2022).

Andika menegaskan, proses hukum yang menyangkut prajurit TNI dalam kasus kerangkeng manusia akan terus berjalan. Jenderal TNI juga menginginkan agar para korban mau mengungkapkan semua.

Lima anggota polri dijatuhi hukuman disiplin terkait kasus kerangkeng manusia. Sanksi yang diberikan mulai dari penundaan kenaikan pangkat hingga mutasi dan emosi. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Polda Sumut telah memeriksa kelima anggota Polisi yang diduga terlibat kasus Kerangkeng manusia itu.

Dalam sidang disiplin, kelimanya tidak terbukti secara langsung terlibat atau mengetahui peristiwa yang terjadi di dalam kerangkeng hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelanggaran yang dilakukan adalah tidak melaporkan kepada pimpinan atau atasan sehingga mereka dijerat dengan pasal terkait disiplin.

Dari lima anggota polisi itu, satu orang berpangkat perwira menengah. Petugas tersebut tidak pernah masuk atau menghampiri kerangkeng tersebut. Kemudian, ada tiga polisi lainnya yang diperbantukan sebagai liaison officer saat Terbit mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah.

Dari tiga orang itu, satu diantaranya pernah satu kali mencuci kendaraan di samping kerangkeng. Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) menetapkan Terbit Rencana Perangin-angin (TRP) sebagai tersangka kasus kerangkeng manusia, Selasa (5/4/2022).

Terbit dijerat Pasal 2, Pasal 7, Pasal 10 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 333 KUHP, Pasal 351, Pasal 352, dan Pasal 353 tentang penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia, serta pasal 170 KUHP.