Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Kepulauan Solomon : China Tidak Boleh Bangun Pangkalan Militer!

BeritaIndo – Sehari setelah pejabat kedua negara menyepakati rancangan perjanjian keamanan, Perdana Menteri Kep.Solomon, Manasseh Sogavare buru-buru menjamin tidak akan mengizinkan Cina membangun pangkalan militer di wilayahnya, ungkapnya dalam keterangan pers Jumat (1/4).

”Pemerintah menyadari konsekuensi keamanan dari pangkalan militer (Cina). Kami tidak lengah untuk membiarkan inisiatif semacam itu direalisasikan.

Dalam keterangannya Sogavare tidak merinci isi kesepakatan. Dari naskah rancanan perjanjian yang bocor ke publik belum lama ini, kapak-kapal perang Cina mendapat izin menggunakan pelabuhan di Kep.Solomon untuk keperluan logistik.

Sontak, Suara protes dari negara-negara jiran mulai bermunculan. Kamis kemarin, Federasi Negara-Negara Mikronesia (FSM) mendesak Kep. Solomon untuk tidak menandatangani perjanjian, atas dasar kekhawatiran yang besar soal isu keamanan.

Keberadaan Militer China dikhawatirkan akan menyeret negara-negara Kepulauan Pasifik ke dalam konflik antara Beijing dan Amerika Serikat.Hal senada diungkapkan Selandia Baru, yang mengatakan perjanjian dengan Cina membahayakan kerja sama keamanan regional, terutama dengan Australia.

Cina sejauh ini telah membangun 20 pangkalan atau pos militer di Kepulaua Spratly dan Paracel di Laut Cina Selatan. Fortifikasi terus dilakukan bersamaan dengan klaim oleh Beijing untuk tidak melanjutkan militerisasi kawasan.

Australia mengkhawatirkan Cina bisa melakukan hal serupa di Kepulauan Solomon. Canberra menyatakan, pihaknya menghormati keputusan jirannya itu, namun mengimbau negara-negara lain untuk waspada.

”mereka ingin membangun pelabuhan militer di Papua Nugini, Mereka sudah punya satu di Sri Lanka, dan meraka tentu saja akan mencari wilayah lain untuk membangun infrastruktur serupa,” kata menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton.

Kementerian Luar Negeri Cina Kamis (31/3) kemarin merilis pernyataan menepis kekhawatiran Canberra dan negara Osenia lain. ”Kerja sama keamanan Cina dna Kepulauan Solomon tidak membidik pihak ketiga dan tidak bertentangan dengan kepentingan negara lain,” Tulis Kemenlu di Beijing dalam sebuah keterangan pers.

Menurut bocoran rancangan naskah perjanjian, Cina Bina bisa diminta untuk mengirimankan aparat kepolisian, personil militer dan angkatan bersenjata lain ke Kepulauan Solomon,” untuk membantu menegakkan ketertiban sosial.

Pemerintah di Honiara juga mengizinkan kapal perang Cina menggunakan pelabuhannya untuk mengisi bahan bakar atau menutupi kebutuhan logistik lain.