October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Kenapa Taliban Tidak Membantu Palestina dan Tak Menyerang Israel

BeritaIndo – Taliban dengan cepat menduduki ibu kota Afghanistan Kabul, Pada Minggu (15/8/2021), setelah 10 hari melancarkan serangan kilat selepas penarikan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat (AS).

Disamping faktor momentum penarikan tentara AS dan lemahnya militer Afghanistan, kemenangan cepat Taliban juga menunjukkan mereka begitu kuat.

Menurut Pusat Pemberantasan Terorisme AS di West Point, ada perkiraan kekuatan inti kelompok Taliban berjumlah 60.000 orang.

Dengan tambahan kelompol milisi dan pendukung lainnya, jumlah mereka bisa melebihi 200.000 personel. Kemudian setelah Taliban kuasai Afghanistan, mereka mengklaim ingin menegakkan syariah atau hukum islan versi sendiri.

Lantas, dengan jumlah apsukan yang lumayan besar dan cukup persenjataan, kenapa Taliban tidak membantu Palestina yang sama-sama mayoritas islam dan terancam diduduki Israel ?

Siapa Taliban ?

Singkatnya, Taliban adalah kelompok yang berdiri sekitar awal 1990-an di wilayah Pakistan Utara setelah Uni Soviet mundur dari Afghanistan. Dalam Bahasa Pashto Taliban berarti pelajar. Hal ini merujuk pada anggota kelompok yang pernah belajar di bawah Mullah Omar, salah satu pendiri Taliban dan komandan pasukan Mujahidin yang mendorong Uni Soviet keluar dari Afghanistan pada 1989.

Mullah Omar diyakini tewas pada 2013, tetapi kematiannya baru diumumkan Taliban dua tahun kemudian. Pendiri lainnya Mullah Baradar yang kini menjadi calon kuat presiden Afghanistan.

Baradar lebih dikenal sebagai kepala politik dan wajah paling populer dari kelompok ekstremis bersenjata itu, di samping Haibatullah Akhundzada yang menjadi pemimpin keseluruhan Taliban.

Taliban awalnya didominasi oleh orang-orang Pashtun dan pengaruhnya mulai terasa pada musim gugur 1994. Cika bakal gerakan ini adalah pesantren dengan sumber dana dari Arab Saudi.

Janji Taliban di wilayah-wilayah kediaman warga Pashtun, yang tersebar di Pakistan dan Afghanistan, adalah memulihkan perdamaian dan keamanan jika mereka berkuasa.

Di kedua negara itu mereka memberlakukan atau mendukung hukum keras, seperti eksekusi di depan umum untuk kasus pembunuhan dan perzinahan serta potong tangan bagi para pencuri.

Taliban meraih masa kejayaan sekitar 1995-2001. Pada September 1995, Mereka berhasil meraih Provinsi Heray yang berbatasan dendan Iran. Penduduk Afghanistan yang lelah dengan perang saudara setelah penarikan Soviet, umumnya menyambut Taliban saat muncul sebagai penguasa.

Popularitas awal Taliban melejit berkat keberhasilan memberantas korupsi, membatasi pelanggaran hukum, dan membuat jalanan dibawah kendali mereka.

Kejatuhan Taliban terjadi setelah invasi Amerika ke Afghanistanyang meresponds tragedi 9/11 di World Trade Center. Taliban Kalah itu melindungi pemimpin Al Qaeda, Osama Bin Laden yang disebut sebagai pelaku utama teror.

Berbeda dengan PLO yang mengupayakjan langkah damai, Hamas dengan sayap militernya memilih jalan kekerasan dalam memperjuangkan negara Palestina.