October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Kematian Tragis 10 Warga Sipil di Kabul saat Drone AS Target ISIS

BeritaIndo – 10 Warga sipil Kabul, Afghanistan, terkena serangan pesawat tak berawak (drone) milik Amerika Serikat (AS). Serangan drone itu dilancarkan as dengan targer ISIS, nyatanya korban serangan itu warga sipil termasuk anak-anak.

Serangan drone itu dilancarkan AS pada Minggu (29/8). Serangan drone dilancarkan terhadap pengebom bunuh diri dari kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Khorasan atau ISIS-K, yang disebut akan menyerang proses evakuasi yang masih berlangsung di Bandara Kabul.

Sejumlah saksi mata, termasuk salah satunya kerabat korban tewas, menuturkan bahwa sembilan orang yang masih satu keluarga tewas akibat serangan drone AS tersebut.

Informasi yang didapat dari saudara laki-laki salah satu korban tewas menyebut bahwa sembilan orang yang tewas termasuk enam anak-anak, dengan yang termuda berusia 2 tahun.

Dia mengidentifikasi sembilan korban tewas sebagai Zamaray (40) yang merupakan saudaranya, kemudian Naseer (30), Zameer (20), Faisal (10), Farzad (9), Armin (4), Benyamin (3), Ayat (2) dan Sumaya (2).

Disebutkan saudara laki-laki korban itu bahwa mereka yang tewas hanyalah keluarga biasa. ”Kami bukan ISIS atau Daesh dan ini merupakan rumah keluarga, dimana saudara saya tinggal bersama keluarga mereka.

Kelompok Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan, mengutuk serangan drone yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) diwilayah permukiman Kabul. Taliban menyebut serangan semacam itu melanggar kedaulatan Afghanistan.

Juru Bicara Taliban, Bilal Kareemi, menuturkan Tidak dibenarkan untuk melakukan operasi di dalam wilayah lain. Seorang jenderal tinggi Amerika Serikat mengakui bahwa negara itu telah membuat kesalahan ketika melancarkan serangan drone dimana targetnya adalah ISIS. AS mengakui serangan drone itu menewaskan 10 warga sipil, termasuk anak-anak.

Jenderal tersebut mengatakan bahwa pada 29 Agustus lalu, pasukan AS telah melacak sebuah mobil Toyota putih selama delapan jam, setelah melihat di sebuah lokasi di Kabul. yang diidentifikasi oleh intelijen sebagai tempat dimana para agen ISIS diyakini sedang mempersiapkan serangan terhadap bandara Kabul.

McKenzie menyebut operasi AS itu sebagai serangan membela diri di tengah kekhawatiran akan serangan di dibandara pada hari-hari terakhir evakuasi kacau. Sebelumnya pada tanggal 26 Agustus, seorang pembom bunuh diri ISIS-Khorasan telah membunuh puluhan orang di bandara Kabul, termasuk 13 anggota militer AS.