October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Keluarga : Aulia Memang Bohong Soal Mesum, Tapi Ada Perampasan Motor

BeritaIndo – Aulia Rafiqi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembuatan laporan palsu karena begal padahal open BO di Polres Metro Jakarta Timur. Pihak keluarga, yakni paman pelaku, Erwin Tambunan, mengaku tidak tahu sama sekali keponakannya telah mengatang cerita.

”Sama sekali nggak tahu, saya kaya dilempari kotoran sama keponakan sendiri. Aku juga peristiwa itu di luar dugaan aku dia menyembunyikan sesuatu,” Kata Erwin.

Erwin menyebut pihak keluarga pun tidak mengira Aulia megarang cerita. Saat itu keluarga meyakini Aulia menjadi korban pembegalan di BKT, Jakarta Timur .

Meski akhirnya Aulia Rafiqi terbukti membuat keterangan Palsu, Erwin menegaskan kasus perampasan barang-barang keponakannya tetap ada.

”Mohon maaf peristiwa itu kan ada. Cuka KTP-nya berbeda. Kalau dikatakan palsu y nggak juga,” Terang Erwin.

Lebih lanjut Erwin pun membantah ikut membantu Aulia dalam membuat keterangan palsu di Polres Metro Jakarta Timur. DIa mengatakan tidak memiliki kepentingan apapun saat menyampaikan pernyataan di media sebelumnya.

Handphone dan uang dikantongnya ludes dibawa para pelaku. Aulia, pada  Rabu (6/9/2021) dini hari itu, baru pulang dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, hendak ke rumah kakanya di Bekasi. Ia pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah sang kakak dengan menebeng kendaraan warga yang melintas.

Aulia dibegal di BKT Pondok Kopi, Jakarta Timur, Pada Rabu (6/10) sekitar pukul 01:00 WIB dia baru dilepaskan oleh para pelaku sekitar pukul 04:00 WIB.

Setiba di BKT, Aulia dipepet 3 motor yang ditumpangi 5 pelaku. Mereka kemudian menodong Aulia dengan celurit. Salah satu pelaku sempat menodong dengan celurit. Korban kemudian dibawa berkeliling motor duduk diapit dua pelaku.

Dalam kondisi ketakukan, Aulia Rafiqi kemudian memberikan nomor telepon saudaranya yang berada di Tanjung Priok. Kepada saudara korban, pelaku mengaku sebagai polisi yang menangkap Rafiqi atas Kasus Narkoba.

Namun, cerita dari Aulia itu ternyata hanya karangan. Aulia tidak dibegal di BKT, Jakarta Timur. Dia menjadi korban perampasan setelah tidak mampu membayar tarif perempuan lewat jasa open booking online.

Atas dasar laporan palsu, Aulia Rafiqi telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 220 KUHP dengan ancaman 1 tahun penjara.