October 28, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Kekacauan Bandar Kabul Salahnya Negeri Paman Sam di Mata Taliban

BeritaIndo – Kekacauan di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul jadi sorotan hingga menimbulkan korban jiwa. Taliban pun menyalahkan Amerika Serikat (AS) soal evakuasi yang kacau tersebut.

Taliban yang berjanji untuk lebih baik dari masa pendukungnya 20 tahun silam tampaknya tetap membuat banyak warga Afghanistan ketakutan dan terus mencoba melarikan diri dari negaranya. Penmumpukan masyarakat dibandara kabul diakui membuat AS dengan negara lainnya kewalahan. Taliban pun menyalahkan AS atas insiden yang terjadi beberapa waktu belakangan.

”Amerika, dengan segala kekuatan dan fasilitasnya telah menertibkan bandara. Ada kedamaian dan ketenangan di seluruh negeri, tetapi hanya ada kekacauan di bandara Kabul,” Kata Pejabat Taliban Amir Khan Mutaqi.

Diketahui AS, yang memiliki ribuan tentara yang berusaha mengamankan bandara, menetapkan tenggat waktu untuk menyelesaikan evakuasi pada 31 Agustus. Namun hal itu dinilai mustahil.

Menurut pemerintahan Biden, ada 15.000 orang Amerika dan 50.000-60.000 sekutu Afghanistan yang perlu dievakuasi dari wilayah yang kini diduduki Taliban tersebut.

Presiden AS Joe Biden menggambarkan operasi evakuasi sebagai salah satu pengangkutan udara tebesar dan tersulit dalam sejarah.

Situasi semakin rumit ketika Pemerintahan AS memperingatkan warganya untuk menjauh dari bandara karena adanya ancaman keamanan. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Biden telah diberitahu tentang ancaman keamanan, termasuk dari kelompok ISIS.

Kepala kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell, menilai skeptis soal keberhasilan evakuasi di Afghanistan. ”Mereka ingin mengevakuasi 60.000 orang antara sekarang dan akhir bulan ini. Secara matematis tidak mungkin,” Katanya.

Borrell menambahkan bahwa kami telah mengeluh kepada AS bahwa kemanan bandara mereka terlalu ketat dan menghambat upaya orang Afghanistan yang bekerja untuk orang Eropa untuk masuk.

Taliban, yang kini menguasai Afghanistan, memberlakukan beberapa aturan di Bandar Internasional Hamid Karzai, Kabul. Hal ini dilakukan imbas terjadinya kekacauan di sekitar bandara beberapa hari usai Taliban berkuasa.

Pemandangan dramatis dimana banyak orang tampak putus asa, dan sangat terlihat jelas di Bandar Kabul. Seorang jurnalis, yang termasuk di antaranya sekelompok pekerja media dan akademisi lain yang cukup beruntung untuk sampai ke Bandara dan bisa terbang pada hari Minggu.

Sebelumnya rekaman dramatis suasanya di Bandara Kabul juga memperlihatkan seorang bayi diangkat di atas dinding bandara. Ada pula adegan dimana orang-orang berusaha bergantungan pada badan dan roda pesawat demi bisa meninggalkan Kabul.

Ada pula momen mengertikan saat dua orang yang nekat bergelantungan pada pesawat militer AS, terjatuh dari ketinggian usai pesawat mengudara dari bandar Kabul. Beberapa orang dilaporkan meninggal dunia akibat aksi nekat semacam ini.