October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Jejak Elon Musk Di Proyek Satelit Terbesar Asia Milik RI

BeritaIndo – Pembangunan Satelit Republik Indonesia alias Satria I Mulai dikebut. Hari ini groundbreaking alias peletekan batu pertama di salah satu stasiun pengendali satelit dilakukan. Stasiun pengendali pertama ada di kawasan Cikarang, Jawa Barat.

Menteri komunikasi dan informatika Johnny G. Plate mengatakan pemerintah menggandeng berbagai pihak yang sudah profesional dalam membangun komponen-komponen Satelit Satria I. Bahkan, ada satu perusahaan milik orang terkaya di dunia yang ikut serta proyek ini.

Space X, perusahaan milik salah satu orang terkaya dunai asal Amerika Serikat, Elon Musk ikut digandeng pemerintah dalam proyek ini. Space X akan menyediakan roket peluncur untuk Satelit Satria I, Sementara itu untuk komponen pembuatan Satelit sendiri akan diserahkan ke perusahaan asal Prancis Thales Alenia Space.

”Satellite Component oleh Thales Alenia. Roket peluncur dari SpaceX Amerika Serikat,” ungkap Johnny.

Space Exploration Technologies Corporation, atau Space X sendiri adalah perusahaan transportasi luar angkasa swasta asal negeri Paman Sam yang didirikan oleh miliarder Elon Musk. Perusahaan ini telah mengembangkan roket Falvon dengan tujuan menjadi kendaraan peluncuran yang dapat dipakai ulang.

Kembali ke proyek Satelit Satria I, untuk pembangunan sistem gateaway jaringannya Indonesia menggandeng perusahaan asal China, Great Wall Industry Corporation (CGWIC) bersama North WEst China Research Institute of Electronics Equipment (NWIEE).

Satelia Satria I dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU dan memerlukan total investasi 540 Juta Dollar AS atau sekitar Rp 7,7 triliun. Saat ini, pembiayaan berasal dari sejumlah lembaga pendanaan internasional.

Selain di Cikarang masih ada 10 stasiun pengendali satelit yang akan dibangun. Mulai dari Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura.

Stasiun pengendali atau gateaway ini berfungsi untuk mengendalikan dan mengawasi pergerakan Satelit Satria I dan melakukan manajemen jaringan. Satelit ini akan mulai beroperasi secara komersial pada November 2023.

Seluruh sateli akan disiapkan untuk diluncurkan pada kuartal II 2023 dengan target November 2023 semua hal sudah di set dan satelit bisa digunakan secara komersial. Peluncuran satelit akan dilakukan oleh Space X di Florida, Amerika Serikat.