October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Jalan Berliku Korban Pemerkosaan di Tangerang Mencari Keadilan

BeritaIndo – Seorang gadis berinisial S (13) di Tangerang diperkosa oleh ayah tirinya berinisial R (46) berkali-kali sejak 2019. kasus tersebut hingga kini belum masuk persidangan.

Perlakuan bejar yang dialami S terjadi sejak 2019 hingga 2020. Sebanyak 10 Kali S disetubuhi ayah tirinya.

”Ini terjadi kurang lebih 10 kali sejak bulan September 2019 sampai Oktober 2020,” Ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan Tri Purwanto.

Tri mengatakan, pada awalnya Oktober 2020, korban bersama ibu kandungnya melaporkan kelakukan bejat R ke Polisi. Namun laporan tersebut tidak mendapat respond baik.

Barulah pada 21 Oktober 2020 Laporan S diterima polisi. Itu karena korban mendapat pendampingan dari P2TP2A Tangerang Selatan. ”Sebelum datang kesini, korban sudah lapor sebelum 21 Oktober ke Polres Metro Tangerang Kota, Tapi merasa terkesan nggak ditanggapi. Terus sama kita Lapor, didampingi tanggal 21 Oktober,” Kata Tri.

Setelah itu, korban menjalani visum. Setelah menjalani proses penyelidikan dan pengumpulan sejumlah alat bukti, Pada April 2021 R ditetapkan sebagai tersangka.

Muhammad Rizki Firdaus, mitra hukum P2TP2A Tangerang Selatan, menyebut pelaku tidak ditahan oleh polisi karena adanya pengajuan penangguhan penahanan. Meski begitu, Rizki dan pihaknya mengaku tidak pernah mendapat kejelasan perihal penangguhan penahanan tersangka.

”Dan ada yang menarik lagi yang dapat adalah ada persetujuan penangguhan penahanan yang diupayakan sama pelaku. Ini jadi poin yang harus di garisbawahi jika memang ada penangguhan penahanan. Ini yang tidak terinformasikan secara ilmiah.” Kata Rizki.

Hingga kini, kasus pemerkosaan yang dialami S belum masuk ke pengadilan. Pihak pendamping korban menyayangkan, Sebab, menurut mereka, kelakukan bejat R masuk kategori kejahatan luar biasa.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota menilai pihaknya belum bisa memberi atensi terhadap kasus tersebut. Pasalnya, pihaknya kini sedan menangani kasus-kasus yang banyak mendapat perhatian masyarakat.

Kendati begitu, Abdul menegaskan P21 tahap 2 kasus tersebut akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Kota Tangerang. Terkait penangguhan penahanan tersangka pun Abdul engga berkomentar lebih jauh.