Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Jaksa Setop Perkara Ibu Rumah Tangga Curi Ponsel Demi Biaya Kontrakan

BeritaIndo – Cabang Kejaksaan Negeri Makassar (Kejari Makassar) menghentikan kasus pencurian dengan menerapkan restorative justice atas nama tersangka Shinta Binti Syamsuddin. Pelaku yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu terpaksa mencuri ponsel untuk membayar kontrakan rumah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum ( Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana menerangkan kasus ini bermula ketika Shinta ditagih membayar uang kontrakan senilai Rp 400ribu yang sudah menunggak beberapa bulan. Shinta yang tinggal bersama suami dan 4 orang anaknya ini diminta pemilik kontrakan untuk segera meninggalkan rumah jika tidak sanggung membayarnya.

”Pada hari Kamis 2 Desember 2021 pagi, pemilik kontrakan tempat tinggal Shinta Binti Syamsuddin datang da menagih uang kontrakan sebesar Rp 400.000 dikarenakan Shinta binti Syamsuddin dan suaminya sudah menunggak beberapa bulan dan pemilik kontrakan juga meminta Shinta Binti Syamsuddin untuk meninggalkan kontrakan miliknya apabila tidak membayar pada hari itu,” kata Ketut dalam keterangannya.

Kala itu, Shinta tidak memiliki sepeserpun uang untuk membayar kontrakan. Sedangkan sang suami yang bekerja sebagai buruh harian pun belum mendapatkan penghasilan karena situasi pandemi Corona (covid-19).

Sejak saat itu, kata Ketut, semat terlintang di benak Shinta untuk menjual ponsel yang dimiliki satu-satunya itu. Namun, Kata ketut, hal itu urung dilakukan mengingat anak Shinta masih bergantian memakai ponsel untuk sekolah daring.

”Dirinya mengingat bahwa hanya handphone itulah yang digunakan oleh anak-anak secara bergantian apabila sekolah sedang menerapkan metode pembelajaran jarak jauh sehingga Shinta binti Syamsuddin mengurungkan niatnya untuk menjual handphone tersebut,” ujar Ketut.

Shinta lalu pergi ke sana ke mari untuk mencari pinjaman sampai berkeliling ke Pasar Sentral New Makassar Mall. Namun, tak ada juga yang mau meminjamkan uang kepadanya.

Saat meninggalkan passar, Shinta melewati Toko KM yang saat itu korban inisial N sedang melayani pembeli. Tak pikir panjang, Ketut menyebut Shinta langsung mengambil ponsel milik N yang terletak di atas rak Ponsel itu kemudian dibawa ke rumahnya.

Beberapa hari kemudian, Shinta di tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka serta langsung ditahan dalam kasus pencurian ini. Shinta sangat menyesal perbuatannya dan mengaku sedih harus berpisah dengan anak-anak terutama anak bungsunya yang masih berusia 7 bulan.

Berkas perkara Shinta dilimpahkan ke abang Kejaksaan Negeri Makassar di Pelabuhan Makassar dan dipelajari oleh jaksa peneliti. Ketut menyebut saat itu jaksa peneliti bersama kepala Caang Kejaksaan Negeri Makassar di Pelabuhan Makassar melakukan pertemuan dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan R. Febrytrianto, Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Andi Irfan, untuk mengajukan permohonan atas nama Shinta dapat dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif.

Adapun alasan lain pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini Yaitu :

-Tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana/belum pernah dihukum.
– Tindak pidana dalam hal terdapat kriteria atau keadaan yang bersifat kasuistik
-Tersangka menyesali perbuatan dan Korban N memaafkan perbuatan tersangka serta korban tidak merasa keberatan sehingga perkara tidak dilanjutkan ke persidangan.
– Tersangka berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya
– Alasan tersangka mencuri dikarenakan untuk membayar uang kontrakan dan tersangka adalah seorang ibu yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil.