October 25, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Jaksa Mahkamah Internasional Ingin Fokus Selidiki Taliban dan ISIS-K

BeritaIndo – Kepala jaksa yang baru pada Mahkamah Pidana International (ICC) menyatakan ingin melanjutkan penyelidikan terhadap kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Afghanistan. Secara Khusus, ICC akan memfokuskan penyelidikan terhadap kelompok Taliban dan militan radikal Islamic State Khorasan ( ISIS-K ).

Karim Khan kini menjabat sebagai jaksa ICC yang baru, menggantikan Fatou Bensouda. Dia menjabat sejak Juni lalu.

Dalam pernyataan pada awal pekan ini, Khan menaytakan dirinya telah meminta izin mendesa dari hakim ICC untuk melaksanakan kembali penyelidikan terhadap kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Afghanistan, yang ditangguhkan tahun lalu atas permintaan pemerintahan Afghanistan saat itu.

Ditegaskan Khan bahwa dengan berkuasanya Taliban sejak Agustus lalu, maka tidak ada lagi prospek penyelidikan domestik yang tulus dan efektif di Afghanistan.

”Perkembangan terkini di Afghanistan dan perubahan dalam otoritas nasional, mewakili perubahan keadaan yang signifikan,” sebut Khan. Setelah mengkaji persoalannya secara hati-hati, saya mencapai kesimpulan bahwa, pada saat ini. Tidak ada lagi prospek penyelidikan domestik yang tulus dan efektif,” Tegasnya.

Ditegaskan Kahn bahwa dengan berkuasanya Taliban sejak Agustus lalu, maka tidak ada lagi prspek penyelidikan domestis yang tulus dan efektif di Afghanistan.

Para Hakim ICC diketahui mengizinkan penyelidikan di Afghanistan oleh Bensouda pada Maret Tahun lalu. Penyelidikan itu mencakup dugaan pelanggaran oleh pasukan pemerintahan Afghanistan, Taliban, tentara Amerika Serikat dan operasi intelijen asing AS sejak tahun 2002.

Keputusan untuk menyelidiki AS memicu pemerintahan mantan Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap Bensouda, yang mengakhiri jabatannya setelah sembilan tahun.

Penyelidikan itu kemudian ditunda setelah otoritas Afghanistan mengajukan permohonan untuk mengambil alih kasus tersebut. ICC merupakan upaya peradilan terakhir, yang dibentuk tahun 2002 untuk mengadili dugaan kekejaman di negara-negara yang tidak mampu atau tidak akan membawa para pelaku ke pengadilan.

”Oleh karena itu, saya memutuskan untuk memfokuskan penyelidikan kantor saya di Afghanistan pada kejahatan yang diduga dilakukan oleh Taliban dan Islamic State-Provinsi Khorasan dan mengesampingkan aspek lain dalam penyelidikan ini,” Cetusnya.