November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Istri dan WNA Selingkuhan Pembunuh Juragan Emas di Jayapura Segera di Sidang

BeritaIndo – Penyidik Satreskrim Polresta Jayapura Kota menyerahkan dua terduga pembunuh pedagang emas, Nasrudin Alias Acik, ke Jaksa penuntut Umum (JPU). Kedua tersangka, Mahdi Mehrban (23) dan Virgita Legina Hellu (25), segera disidang.

Penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jayapura Bambang Permadi Didampingi jaksa Rakhmat dan Melva Rian pada Jumat (29/10).

”Penyerahan kedua tersangka berdasarkan surat hasil penelitina berkas perkara yang telah dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak kejaksaan atau jaksa penuntut umum,” Kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Gustav R Urbinas melalui Kasat Reskrim AKP Handry M Bawiling.

Ditempat terpisah, Kajari Jayapura Bambang Permadi mengatakan pihaknya menerima penyerahan tersangka dan barang bukti Kasus perencanaan pembunuhan yang dilakukan Mehdi dan Virgita di Jl Holtekamp sekitar pukul 10:00 WIT.

”Penyerahan kedua tersangka kemudian dilakukan penelitian dan pemeriksaan sesuai SOP di kejaksaan maka barang bukti yang ada mendukung perbuatan yang dilakukan oleh keduanya, dimana berdasarkan formulir pemeriksaan yang menjadi ketentuan bahwa benar telah terjadi suatu tindak pidana yang diawali dengan perencanaan di mana akhirnya terjadi kekerasan berupa pembunuhan,” Kata Bambang.

Dia mengatakan menaruh perhatian bahwa seorang istri korban bersama pacarnya sudah membuat rencana pembunuhan sekitar tiga bulan. Mereka tergiur dengan usaha sang suami, yakni toko emas.

”Karena bertemu dengan seorang pria warga Afghanistan di situlah lalu timbul niat kedua pelaku untuk menguasai harta korban dengan merencanakan pembunuhan terhadap korban Nasaruddin Alias Acik,” jelasnya.

Pihak Kejari Jayapura kaan segeram elimpahkan berkasn dan tersangka ke Pengadilan Negeri Jayapura. Dalam kasus ini, kedua tersangka disangkakan Pasal 338 KUHP. Dalam kasus ini, kedua tersangka perencanaan pembunuhan. Keduanya terancam hukuman mulai dari 20 tahun penjara sampai dengan hukuman mati.