Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

IPSI Kutuk Aksi Biadab Guru Silat Perkosa Dua Murid di Pandeglang

BeritaIndo – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pandeglang turut mengomentari aksi biadab ANS (48), guru ekstrakurikuler silat yang memerkosa dua muridnya. IPSI mengutuk keras aksi tersbeut dan mendorong tersangka supaya dihukum seberat-beratnya.

”Pertama kami ingin menyampaikan, IPSI turut prihatin dengan kejadian ini. IPSI tentu mengutuk dengan keras dan tidak membenarkan aksi tersebut apalagi dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai pelatih silat di sekolah,” Kata Sekretaris IPSI Pandeglang Tb. Rosadi.

IPSI memberikan klarifikasi soal pernyataan tersangka mengenai Lomba Bupati Cup. Rosadi memastika nsekolah yang dilatih tersangka tidak ikut serta dalam perlombaan tersebut seperti pengakuannya.

”Kedua mengenai lomba Bupati Cup, setelah kami telusuri, sekolah yang dilatih oleh tersangka itu tidak mendaftar. Jadi, IPSI ingin menegaskan bahwa pernyataan tersangka kemarin di media tidak benar mengenai perlombaan Bupati Cup,” ujar Rosadi.

IPSi menyerahkan semua proses hukum ke pihak polisi. Rosadi memastikan pihaknya tak bisa membenarkan kelakuan biadab guru ekstrakurikuler tersebut apalagi mengatasnamakan sebagai pelatih silat.

”Terakhir kami mengapresiasi langkah kepolisian, ini harus dituntaskan kasusnya sampai tersangka dihukum setimpal. Kasus ini tentu harus dikawal sampe korban dapat keadilan,” ucap Rosadi.

ANS ditangkap polisi. Ia diciduk setelah memperkosa dua murid SMP di sekolahnya. Aksi biadab guru silat cabul itu sudah dilakukan terhitung sejak 10 Desember 2021. Ulahnya pun terungkap setelah salah satu korban berani mengadukan tindakan keji tersebut kepada keluarganya, lalu melaporkan ke polisi.

Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 76D Jo Pasal 81 dan Pasal 76D Jo Pasal 82 UU No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.