October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Google Sudah Pecat 80 Karyawan yang Suka Intip Data Pengguna

BeritaIndo – Perusahaan teknologi kerap menjadi target serangan siber oleh hacker, karena kaya akan data pengguna. Bila serangan siber berhasil, hacker bisa mencuri data pengguna, lalu menjualnya diruang maya.

Pada kenyataannya, ancaman keamanan data pengguna tak hanya datang dari luar, melainkan juga datang dari dalam perusahaan teknologi itu sendiri.

Perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California itu dikabarkan telah memecat 80orang karyawan dalam waktu berbeda, yang terindikasi menggunakan alat internal perusahaan, untuk mengakses data pengguna google untuk kepentingan pribadi.

Dalam beberapa kasus, karyawan Google sudah dipecat itu menggunakan alat internal perusahan untuk memata-matai karyawan Google lainnya. Praktik ini merupakan pelanggaran terhadap kebijakan Google.

Kabar soal pemeceatan 80 orang karyawan Google ini terungkap usai outlet media teknologi Motherboard melihat dokumen internal perusahaan terkait masalah ini.

Laporan itu mencatat, Google setidaknya memecat 36 karyawan pada 2020, karena mereka membagikan informasi rahasia dengan pihak luar perusahaan.

Sementara pada 2018 dan 2019, Google dilaporkan berturut-turut memecat 18 orang dan 26 orang karyawan, karena alasan terkait keamanan.

Seorang juru bicara Google mengatakan kpeada outlet media Insider, bahwa kasus-kasus yang dilaporkan dalam dokumen internal itu menyangkut ”Akses yang tidak pantas, atau penyalahgunaan informasi atau alamat IP perusahaan Google yang bersifat eksklusif dan sensitif.

Juru bicara itu menjelaskan, bahwa GOogle sebenarnya sangat membatasi akses karyawan terhadap data pengguna, melalui beberapa skema perlindungan.

Pertama, perusahaan hanya memberikan akses untuk segelintir orang yang bisa mengakses data pengguna. Lalu, Google juga mengharuskan karyawannya untuk  menyertakan alasan atau justifikasi yang valid untuk bisa mengakses data pengguna.

”Kami juga melakukan tinjauan beberapa tahap sebelum karyawan diberikan ke data sensitif, dan pemantauan untuk anomali akses dan pelanggaran,” lanjut Juru bicara Google.

Alasannya karena mereka mengakses data pengguna Facebook untuk alasan pribadi, alias tak berhubungan dengan kepentingan perusahaan. Bahkan seorang insinyur di Facebook juga diketahui mengakses data pengguna Facebook, untuk melacak seorang wanita yang sempat berpergian bersama dirinya.

Tak Jauh berbeda di Snapchat, adap ula karyawan yang menyalahgunakan akses data pengguna yang dimilikinya, untuk memata-matai orang lain.