Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Geng Terbesar di Haiti Culik Diplomat, Minta Tebusan Rp 7,25 Miliar

Beritaindo – Republik Dominika telah mendesa Haiti melakukan segala daya untuk memastikan pembebasan yang aman untuk salah satu diplomatnya yang diculik pada Jumat (29/4/2022).

Atase perdagangan di kedutaan Dominika di Port-au-Prince, Carlos Guillen, ditangkap oleh anggota geng saat dia berpergian ke Republik Dominika yang jaraknya berdekatan.

Pejabat Dominika mengatakan bahwa 400 geng Mawozo berada di balik penculikan itu. Geng ini terkenal karena menculik orang asing dan menuntut uang tebusan yang tinggi.

Pada Oktober, 400 Mawozo menculik 16 warga AS dan seorang Kanada yang berada di Haiti untuk LSM Christian Aid Ministries. Geng menuntut uang tebusan sebensar 1 juta dollar AS (Rp 14,5 miliar) untuk masing-masing dari mereka.

Para misionaris dan keluarga mereka semua berhasil mendapatkan kembali kebebasan mereka dua bulan kemudian. Christian Aid Ministries mengatakan, 12 dari mereka telah melarikan diri dari penculik mereka dua bulan kemudian.

Duta Besar Dominika di Haiti, Faruk Castillo, mengatakan, rekannya telah diculik di daerah Croix-des-Bouquets, sebelah timur ibu kota. Croix-des-Bouquets adalah benteng dari 400 Mawozo, yang oleh sumber keamanan digambarkan sebagai geng kriminal terbesar di Haiti.

Media Dominika menerbitkan foto diplomat yang diculik dan melaporkan bahwa geng itu meminta 500.000 dollar AS (7,25 Miliar) untuk pembebasannya.

Penculikan untuk tebusan dianggap sebagai salah satu sumber pendapatan utama kelompok kriminal yang berkuasa. Penculikan orang asing yang telah menerima banyak perhatian media, tetapi orang-orang Haiti sediri telah menjadi korban utama.

Menurut Pusat Analisis dan Penelitian Hak Asasi Manusia Haiti, lebih dari 1.200 orang diculik pada 2021, dengan hanya 81 korban warga negara asing. Sepuluh persen dari penculikan adalah penculikan kolektif, dimana anggota geng menculik sekelompok orang.

Dalam beberapa kasus, orang-rang bersenjata menyerbu kebaktian gereja dan menculik pendeta ditengah misa. Kejahatan kekerasan telah memburuk di Haiti sejak pembunuhan Presiden Jovenel pada bulan Juli.

Sebulan yang lalu, ribuan orang turun ke jalan, menuntut penerus mendiang Presiden Ariel Henry, berbuat lebih banyak untuk memerangi geng kriminal Haiti.