November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Fakta Mengejutkan Mahasiswi Tikam Selebgram Divonis 10 Tahun Penjara

BeritaIndo – Mahasiswi berinisial AS (20) yang menikam kekasihnya, selebgram Makassar Ari Pratama, Hingga Tewas, dijatuhi vonis 10 tahun penjara. Terungkap fakta dalam persidangan, AS sengaja menyembunyikan sebuah pisau dapur di celana dalam yang akhirnya digunakan untuk menikam korban.

Fakta tersebut diungkap majelis hakim yang diketuai Faisal Akbaruddin Taqwa pada Saat membacakan pertimbangan putusannya di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (26/10/2021). Hakim awalnya menyinggung asal-usul pisau dapur yang dipakai terdakwa menikam korban hingga tewas bersimbah darah pada 5 Maret 2021.

”Terdakwa pada keterangannya menyakan bahwa terdakwa mendapatkan pisau di atas meja dalam kamar wisma dan terdakwa tak mengetahui mengapa ada pisau di kamar wisma,” Ujar hakim faisal saat membacakan pertimbangan putusan.

Selanjutnya, pada versi Jaksa, Pisau itu sebenarnya dibawa sendiri oleh AS yang mana yang bersangkutan menyimpan pisau itu di celana dalam. Setelah mempersiapkan pisau, barulah AS menemui korban.

”Sedangkan penuntut umum menyatakan bahwa terdakwa menyembunyikan pisau dapur di celana bagian dalam terdakwa kemudian terdakwa berangkat menuju wisma menemui korban Ari Pratama sebelum check in di Wisma Topaz,” beber Hakim.

Majelis Hakim juga menyinggung kesaksian petugas wisma, Marianus, yang mengungkap bahwa pisau dapur di wisma hanya ada di dapur. Keterangan tersebut sekaligus membantah keterangan terdakwa bahwa pisau tersebut ditemukan di kamar wisma.

”Saksi Marianus dalam keterangannya pisau yang digunakan terdakwa bukanlah pisau Wisma Topazm dan di dalam kamar Wisma Topaz tidak ada pisau,” Ungkap Hakim.

”Sudah merupakan bersifat suatu fakta untuk penginapa sekelas wisma maka fasilitas yang disediakan dikamar sangat terbatas, sebagaimana hal yang dijelaskan oleh saksi Marianus bahwa fasilitas yang digunakan televisi, kipas angin dan tempat tidur.

Putusan 10 tahun dibui untuk terpidana AS dimaklumi kuasa hukumnya, Rosmiati Sain. Rosmiati mengatakan akan pikir-pikir untuk memutuskan upaya hukum lanjutan atas putusan hakim tersebut.

Namun, dia mengingatkan, kondisi terdakwa AS juga merupakan kekerasan seksual oleh Ari Pratama. Dia kemudian meminta kondisi kesehatan mental AS diperhatikan.

”Yang pasti kita juga memperhatikan bahwa kasus ini bukan semata, maksudnya kasus ini kan pembunuhan, pembunuhan berencana kemudian. Tetapi kita tidak bisa melepas kasus sebelumnya. Kasus sebelumnya itu terdakwa sebagai korban kekerasan seksual yang notabene ini harus di maksimal,” Katanya.