January 28, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Fakta-Fakta Bocah Bandung Diperkosa Lalu Dibunuh Siswa SMA

BeritaIndo – Tak ada yang mengira, bocah perempuan yang berpamitan untuk pergi mengaji namun ditemukan dalam kondisi tewas terbungkus karung beras. Nasib tersebut dialami bocah perempuan berusia 10 tahun asal Pacet, Kabupaten Bandung.

Ia menjadi korban perlakuan bejat pelajar SMA yang juga merupakan tetangganya sendiri. Ia diperkosa kemudian dibunuh dan jasadnya dibungkus karung beras.

Kejadian tragis itu terjadi disebuah perkampungan sekitaran Pacet, Kabupaten Bandung pada Selasa (23/11) malam. Tragedi ini pun mengejutkan warga sekitar dan mengutuk perbuatan keji tersebut.

Sejumlah fakta-fakta pun ditemukan kepolisian dari Satreskrim Polresta Bandung. Pada pukul 17:30 WIB, sang gadis biasa berpamitan sebelum pergi mengaji ke masjid dekat rumahnya. dengan mengenakan baju dan kerudung berwarna pink, lalu celana jeans dilengkapi kacamata khas milikyna.

Selepas salat Isya, seharusnya ia sudah pulang kerumah. Namun, kali ini ia belum juga pulang hingga larut malam. Kedua orang tuanya pun panik dan meminta warga mencari sang anak.

Akhirnya, anak perempuan itu berhasil ditemukan warga pada pukul 23:00 WIB. Nahasnya, ia ditemukan sudah tewas terbungkus karung beras. Karung yang berisikan jasad korban ditemukan dibelakang rumahnya. Warga dan kepolisian pun mencoba mengevakuasi jasad korban dari dalam karung.

Selain berlumuran darah, mirisnya lagi, mulut dan tangan korban dililit oleh lakban berwarna kuning. Belum diketahui pasti, korban dililkit lakban sebelu, atau setelah meninggal dunia.

Saat dievakuasi, jasad korban masih mengenakan pakaianya untuk mengaji. Jasadnya pun dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih. Selain dililit, korban ditemukan dalam kondisi luka pada bagian kepala. Luka robek pada kepala diperkirakan selebar 5 centimeter.

Polisi menduga, luka tersebut disebabkan oleh hantaman sebuah benda tumpul. Sebilah kayu pun menjadi barang bukti ang berhasil diamankan petugas di sekitaran lokasi kejadian.

Sejak itulah, kepolisian menetapkan bahwa gadis malang tersebut menjadi korban pembunuhan. Petugas kepolisian pun bergerak mencari pelaku sembari menunggu hasil autopsi.

Kurang dari 24 jam, kepolisian berhasil mengamankan seorang tersangka yang diduga menjadi pelaku pembunuhan bocah perempuan. Rupanya, tersangka merupakan tetangga korban. Tersangka masih duduk di bangku SMA

Tersangka mengaku bahwa dirinya melakukan perbuatan keji tersebut sendirian. Ia melakukan pembunuhan di dalam sebuah gubuk. Setelah melakukan hal keji itu, ia ternyata sempat berpura-pura ikut mencari korban. Ketika situasi sudah tenang, ia pun kabur ke Majalaya.

Tidak cukup disitu, tersangka pun mengayunkan kayu ke arah kepala korban hingga tewas. Jasanya pun dibuang dibelakang rumah korban dengan terbungkus karung. Selain sperma tersebut, tim forensik pun menemukan DNA milik tersangka di jari korban. Hal itu mengidikasikan bahwa korban sempat melawan sebelum akhirnya dihabisi oleh remaja SMA itu.

Dari keterangan tersangka, kata Hendra, ia mengaku takut ketahuan kalau dia telah melakukan pemerkosaan kepada bocah berusia 10 tahun. Tidak pikir panjang , akhirnya ia menghabisi nyawa korban.

Selain diperkosa dan dibunuh, rupanya polisi mencium indikasi pembunuhan berencana dalam kasus tersebut. Pasalnya, tersangka sudah memantau gerak-gerik korban. Kemudian sebuah lakban dan kain lap yang digunakan membekap korban sudah disiapkan oleh tersangka.

Maka dari itu, polisi pun mengenakan pasal berlapis kepada tersangka. Pasal 338 dan 340 KUHPidana juncto Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 80 dan 81 ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup.