October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Durhaka! Remaja di Jepara Bunuh Ibu Kandung Gegara Ditegur Nonton TV

BeritaIndo – Remaja Berinisial MF (17) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditangkap polisi karena tega membunuh ibu kandung. MF tega membunuh ibunya karena tersulut emosi setelah ditegur sering menonton TV.

”Pada Minggu, 19 September 2021, Satresrim Polres Jepara melakukan pengungkapan adanya kekerasan fisik mengakibatkan korban meninggal dunia, itu berdasarkan pasal 43 ayat 33 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan dalam rumah tangga, yang dilakukan oleh seorang anak berumur 17 tahun berinisial MF dia putus sekolah pada saat kelas 1 SMP,” Kata Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Fachrur Rozi.

Rozi mengatakan lokasi kejadian tersebut berada di Kecamatan Mayong, Jepara. Kejadian bermula saat MF sedang tiduran dan menonton TV sekitar pukul 14:00 WIB. Selanjutnya ibu kandungnya, SM (34), menegur pelaku karena tidak bekerja dan hanya menonton TV. Pada Saat kejadian bapak pelaku sedang bekerja.

”Si MF ini sedang tidur sambil menonton TV, kemudian ibunya datang kemudian mengeurnya sehingga terjadi percekcokan antara MF dan SM yang merupakan ibu kandung,” Terang Rozi.

Dia menjelaskan pelaku tersulut emosi, kemudian mengambil pisau dan menusuk serta menganiaya ibu kandungnya itu. ”Terjasi percekcokan karena si MF tidak bekerja hanya nonton tidur makan sehingga ibunya menegur dan si MF pun marah,” lanjutnya.

Rozi menambahkan pelaku semapt panik dan meminta bantuan kepada tetangga. Korban juga sempat dibawa ke rumah sakit, namun akhinya nyawa korban tidak tertolong.

Rozi menambahkan korban sempat melindungi anaknya itu. Yakni dengan berupra-pura bahwa korban ditikam oleh orang yang tidak dikenal.

Dia menambahkan meski sempat membuat cerita seolah-olah dibunuh orang tidak dikenal, namun kasus tersebut terungkap. Warga curiga terhadap jenazah korban karena ditemukan sejumlah luka ditubuhnya.

”kemudian saat dilakukan pemulasaraan jenazah, ditemukan kejanggalan seperti ada bekas tusukan dan memar. Selanjutnya pihak masyarakat melaporkan ke Polsek, kita lakukan oleh TKP kondisinya jenazah selanjutnya kita lakukan investagasi penyelidikan MF mengakui perbuatannya,” Ucap Rozi.

Pelaku kini menjalani pemeriksaan polisi. Dia terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.