November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh Ke Taliban

BeritaIndo – Dua menteri Afghanistan terlihat sedang berkendara di sekitar London dengan Bentley saat negara mereka hampir jatuh ke tangan Taliban. Foto itu menunjukkan Sadat Naderi dan Hamdullah Mohib mengemudi melewati sebuah pub di Marylebone, London Tengah, Pada Akhir Juli.

Sementara Kabul jatuh ke tangan Taliban pada tanggal 15 Agustus, setelah serangan kilat yang mengejutkan dunia.

Naderi (44) saat itu Menteri Perdamaian Afghanistan bersama Penasihat Keamanan Nasional Mohib. Mereka tertangkap kamera di London, saat militan sedang mengamuk di berbagai wilayah di tanah airnya.

Gambar itu dibagikan di media sosial oleh para kritikus yang marah. Beberapa tidak senang mengetahui waktu pertemuan di luar negeri itu terjadi. Sebagai tanggapan, Naderi membenarkan bahwa gambar itu menunjukkan dia dan Mohib di dalam mobil dan diambil selama perjalan ke London. Tetapi, dia membantah gambar itu diambil setelah negara itu jatuh.

”Gambar yang diterbitkan di London diambil ketika seorang mantan dewan pemerintah secara resmi datang ke London Pada 23 Juli,” Ujarnya.

Sementara mobil terlihat di gambar itu menurutnya adalah mobil pribadi saya, yang dia beli dari penghasilan pribadinya.

Dia mengklaim ”Keluarga saya tidak pernah memikirkan apapun kecuali kepentingan bangsa, dan martabat dan kebanggaan Afghanistan di setiap bagian waktu”.

Menurut Laporan media lokal dan pernyataan dari mantan pemerintah, kedua menteri itu berada di London pada saat itu dan bertemu dengan mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif pada 23 Juli.

Ketika itu, diperkirakan pemberontak akan mencapai Kabul dalam 90 Hari. Tetapi ketika pasukan pemerintah yang mengalami demoralisasi runtuh menghadapi serangan gencar, hanya dalam waktu dua minggu emreka berada di Istana Kepresidenan.

Kecepatan kemenangan mereka mengguncang dunia dan tejradi hanya beberapa minggu setelah pasukan dari AS, Inggris, dan negara-negara Nato lainnya meninggalkan Afghanistan.