October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Dua Anaknya Diduga Jadi Korban Pemerkosaan, Seorang Ibu Laporkan Adik Ipar Ke Polisi

BeritaIndo – Seorang Ibu rumah tangga berinisial DN (27) mendatangi Polda Sumatera Selatan untuk melaporkan RO (20) yang merupakan adik iparnya sendiri lantaran diduga memperkosa kedua putrinya yang masih di bawah umur.

Kedua Korban tersebut yakni LR Berusia 3 tahun RF 7 Tahun. DN mengatakan, semula ia sempat melaporkan adik iparnya, RO Ke Polres Ogan Komering Ilir (OKI) setelah mengetahui anaknya itu diperkosa.

Namun, Menurut DN, petugas malah menyarankan agar hal tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Begitu juga, dengan pihak perangkat desa setempat.

DN yang tak terima, akhirnya memutuskan untuk datang ke Palembang dan melaporkan RO ke Polda Sumatera Selatan, Senin (11/10/2021).

”Kenapa saya disuruh damai ? Jangan karena dia pelaku itu adik ipar jadi harus damai. Anak saya sudah dirusakin dia,” Kata DN saat berada di Polda Sumsel, Selasa (12/10/2021).

DN menceritakan kejadian itu bermula saat ia baru saja pulang dari kebun karet di daerah Kecamatan Pangkalan Lampang, Kabupaten OKI pada Pertengahan September 2021.

Ketika itu, putri pertamanya yang berusia 7 tahun yakni RF langsung menangis ketakukan saat melihat DN pulang ke rumah. Lantaran curiga, DN mencoba membujuk anak perempuannya tersebut untuk bercerita.

Ia pun terkejut anak sulungnya itu mengaku telah diperkosa oleh RO. ”Saya bawa ke Puskesmas dan ternyata ada luka robek anak saya,” Ujarnya. Tak hanya RF, Anak bungsu DN yang berusia 3 tahun ikut juga menjadi korban. Hati DN pun semakin hancur saat mengetahui kondisi tersebut, sampai akhirnya ia memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Sementara itu, Kasubdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktora Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kompol Masnoni membenarkan adanya laporan tersebut.

Bahkan, DN juga telah menyerahkan hasil visum untuk melengkapi berkas pemeriksaan tersebut. Masnoni pun memastikan proses hukum akan tetap berlanjut selama penyidik memiliki cukup bukti.

”Keterangan dari korban dan pelapor akan kita ambil, untuk pelaku dan dilakukan penyelidikan lebih dulu,” Jelasnya.