January 28, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Dokter Pembakar Bengkel di Tangerang Didakwa Pembunuhan Berencana

BeritaIndo – MA (30), dokter yang membakar bengkel di Tangerang, Banten hingga menewaskan sekeluarga menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. MA didakwa melakukan pembunuhan berencana hingga pembakaran yang menyebabkan orang meninggal dunia.

Terdakwa MA menjalani sidang secara virtual lantaran tengah mengandung. Mery menjalani sidang beragendakan pembacaan dakwaan ini dari ruang Lapas Wanita Tangerang. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Sih Yuliarti dengan hakim anggota Tugiyanto dan Ferdinan Markus.

”Terdakwa kami dakwa dengan pasal alternatif, Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 dan Pasal 187 ayat 3 dan 187 ayat 1 KUHP. Kalau bicara unsur kesengajaan, ini dalam berkas perkara nanti kita lihat dalam fakta persidangan. Kita bisa menghilangkan pasal dalam sangkaan penyidik,” Tutur Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Dapot Dariarma di Kejari.

Kuasa Hukum terdakwa, Azmi Syahputra, berujar tidak aka nmengajukan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan JPU. Namun Azmi mengaku pihaknya akan menggunakan asas peradilan.

”kami tidak akan mengenakan eksepsi, kami akan menggunakan asas peradilan yang cepat dan sederhana untuk mempermudah persoalan ini untuk melihat spektrum kasusnya seperti apa,” kata Azmi.

Sebelumnya, MA menjadi tersangka pembakaran bengkel motor di Cibodas, Kota Tangerang. Dalam kasus ini dokter tersebut terancam hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman mati.

”Tersangka dikenai Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati,” ujar Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim, Rabu (11/8/2021).

Sakit hati menjadi motif MA membakar bengkel. Hal ini karena tersangka hamil di luar nikah dan tidak mendapatkan restu dari calon mertua. MA diketahui merupakan kekasih Lion, yang menjadi korban meninggal tragedi kebakaran maut tersebut. Lion meninggal karena keracunan asap bersama orang tuanya bernama Edi (63) dan Lilis (54).

”MA lakukan itu sedang dalam keadaan hamil. Mery melakukan pembakaran itu dengan melempar dua plastik