October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Dendam Selama 10 Tahun, Tukang Asah Pisau Jagal Tikam Adik Ipar Hingga Tewas

BeritaIndo – Gara-gara menyimpan dendam selama 10 tahun, Husnan (45), warga Lingkungan Gubuk Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram, Tega membunuh adik iparnya sendiri, Fitriah (44), selasa (21/9/2021) pukul 01:30 Wita.

Korban tinggal bersebelahan dengan pelaku, meninggal dunia sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Sementara suami korban yang merupakan adik kandung pelaku , Masnun (44), mengalami luka cukup parah di abgian kepala dekat teliga kiri, bahu dan paha kirinya.

Masnun menuturkan, dirinya sama sekali tidak menyangka kakak kandungnya Husnan tega melakukan perbuatan sadis pada istri dan dirinya.

”Saya tidak percaya dia akan melakukan pembunuhan, kami sering cekcok termasuk dengan istri, tapi tidak sampai berkepanjangan,” Kata Masnun. Beristirahat di rumah adiknya, menunggu proses pemakaman jenazah istri.

”Sore harinya atau Senin (20/9/2021) memang marah-marah gara-gara sampah gelas plastik yang diterbangkan angin di depan pekarangannya, dia kira istri saya yang buang sampah,” lanjut dia.

Semapt emosi, mereka terlibat cekcok tetapi bisa di selesaikan oleh kepala lingkungan Mamben. Sehingga, Masnun tak menganggap masalah itu akan berlanjut, semua aktivitas mereka pasca didamaikan oleh kepala lingkungan berjalan normal.

Sekitar pukul 23:00 Wita Masnun dan Istrinya Fitriah serta cucu mereka tidur di ruang tengah. Mereka tidak mengunci pintu karena masih ada anak kandung mereka Anggi Aulia (22) yang berada di luar yang akan masuk rumah sehingga pintu tidak dikunci.

Saat itulah pelaku masuk dan langsung menikam Fitriah di bagian perut hingga 15 kali tusukan. Masnun terbangun dan langsung menghalau pelaku, yang menyebabkan Masnun mengalami luka terkena sabetan Pisau.

Pelaku melarikan diri masuk ke dalam rumahnya yang bersebalahan dengan korban, Masnun mengejar pelaku nampun pelaku mengancam adik kandungnya sendiri dengan tombak.

Saat itulah warga berdatangan, membawa Masnun ke Puskesmas Karang Pule dan mengamankan pelaku yang masih mengancam dengan tombak. ”Saya dibawa ke Puskesmas Karang Pule, sementara istri saya di dalam rumah, saya tidak tahu kalau dia luka parah, karena saat kejadian kami tertidur dan spontan mengejar pelaku keluar rumah, saya tahu istri saya meninggal setelah saya dibawa pulang.” Kata Masnun sedih.

Saat Pelaku hendak diamankan aparat, warga emosi dan sempat menghakimi pelaku, namun tokoh masyarakat setempat untuk mengunci pintu, dilihat darah berceceran dari dalam rumah.

Ulah sang paman yang berulang kali menyebabkan Anggi khawatir dan berusaha melaporkannya pada aparat kepolisian. Anggi khwatir sang paman nekat melukai dirinya dan keluarganya, termasuk kejadian yang akhirnya membuatnya kehilangan sang ibu untuk selamanya.

Dalam identifikasi di lokasi kejadia, ditemukan adanya tindakan penganiayaan yang terencana atau pembunuhan berencana. Saat ini, aparat telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, untuk mengetahui modus atau motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut.