October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Daftar Terbaru 10 Daerah dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah berlangsung selama dua bulan. Hasilnya, kasus Covid-19 di banyak daerah, khususnya Jawa-Bali diklaim mengalami penurunan drastis dibandingkan Juli 2021. Pada Jumat (3/9/2021), Indonesia melaporkan 7.797 kasus positif Covid-19, lebih rendah dari hari sebelumnya.

Dengan tambahan itu, total kasus infeksi Covid-19 sebanyak 4.116.890 kasus dengan 134.930 kematian. Sementara kasus aktif Covid-19 terus mengalami penurunan menjadi 168.317 kasus. DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan kasus positif terbanyak di Indonesia dengan 851.686 kasus, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah.

1. DKI Jakarta
Positif Covid-19: 851.686
Meninggal: 13.331

2. Jawa Barat
Positif: 692.970
Meninggal: 13.599

3. Jawa Tengah
Positif: 471.421
Meninggal: 28.681

4. Jawa Timur
Positif: 385.218
Meninggal: 28.476

5. Kalimantan Timur
Positif: 151.738
Meninggal: 5.117

6. DIY
Positif: 150.772
Meninggal: 4.913

7. Banten
Positif: 129.360
Meninggal: 2.626

8. Riau
Positif: 124.208
Meninggal: 3.774

9. Bali
Positif: 107.562
Meninggal: 3.568

10. Sulawesi Selatan
Positif: 105.204
Meninggal: 2.058

Pemda diminta turunkan angka kematian Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta agar pemerintah daerah tidak lengah karena penurunan kasus Covid-19. Menurutnya, Pemda harus mencari tahu penyebab utama kasus kematian pasien virus corona yang ada di daerahnya. “Kita harus berfokus pada penurunan angka kematian,” Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19, Kamis (2/9/2021).

Pada Agustus 2021, Wiku mencatat 27.330 kasus kematian akibat Covid-19. Ia menjelaskan varian Covid-19 Delta masih menjadi strain terbanyak di Indonesia. Tingkat keterisian rumah sakit yang penuh, alat kesehatan yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah sakit rujukan, tidak ada tempat isolasi terpusat menjadi faktor utama tingginya kematian akibat Covid-19.

Tak hanya itu, Wiku juga menyebut adanya kemungkinan penanganan pasien yang tidak dilakukan sesegara mungkin juga menjadi faktor lain. Hal itu terjadi karena tidak berjalannya fungsi posko atau satgas desa. Untuk itu, Pemda harus mulai meninjau karakteristik kematian di daerahnya masing-masing, baik berdasarkan usia maupun tingkat gejalanya. “Pada prinsipnya, seluruh kepala daerah wajib mencari tahu penyebab kematian utama didaerahnya dan menghubungkan dengan keadaan kapasitas daerah. Agar dapat segera menemukan akar permasalahan di daerahnya dan melakukan perbaikan yang diperlukan,” tutupnya.