October 24, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

China Makin Mesra Dengan Taliban Kala AS Menjauh Dari Afghanistan

BeritaIndo – Pemerintahan Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban mendapat dukungan dari Negeri Tirai Bambu. Pemerintah China berkomitmen membantu perekonomian Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban Sebesar US 31 Juta Dollar AS atau Setara Rp 442 miliar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunyin menyatakan keputusan itu diumumkan dalam pertemuan pertama para menteri luar negeri (Menlu) dari negara-negara anggota Afghanistan . Bantuan yang diberikan China itu berupa makanan, pasokan musim dingin, obat-obatan dan vaksin virus Corona.

Menurut laporan Kantor berita Xinhua, Menlu China, Wang Yi juga mengumumkan otoritasnya akan mendonasikan 3 juta dosis vaksin Corona ke Afghanistan dalam kelompok pertama. para pemimpin China berulang kali menyatakan negaranya akan membagikan vaksin Corona kepada dunia, khususnya untuk negara-negara berpendapatan rendah.

Sejumlah pejabat China memang sebelumnya berjanji bahwa Afghanistan akan masuk ke dalam daftar negara yang mendapat akses prioritas. Berbicara dalam pertemuan para Menlu di Beijing, Wang juga menyebut Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya jauh lebih berkewajiban dari negara manapun untuk memberikan bantuan ekonomi dan kemanusiaan bagi rakyat Afghanistan.

Usai penarikan tentara AS dari Afghanistan dan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban, Wang menyerukan bahwa AS seharusnya mengambil tanggung jawab mereka di negara itu dengan membantu memastikan pembangunan dan stabilitas sambil menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Afghanistan.

Wang menyerukan kepada Taliban untuk menindak tegas terorisme dan bersatu dengan kelompok-kelompok etnis di negara tersebut. Dia juga menyebut bahwa negara-negara tetangga Afghanistan, termasuk Pakisan, Iran, Tajikistan, Turkemnistan dan Uzbekistan, harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan mereka untuk membangun struktur politik yang luas dan inklusif, mengejar kebijakan domestik dan luar negeri yang moderat dan bijaksana, memperjelas posisi terhadap kekuatan teroris.

Pada Rabu (8/9). Pemerintah China menyatakan pihaknya menyambut baik berakhirnya tiga pekan anarki di Afghanistan, dengan pembentukan pemerintahan baru di Afghanistan. China pun menyerukan Taliban untuk memulihkan ketertiban di negara itu.

China pun mengecam penarikan mundur AS. Menurut China, AS tidak terencana dan tergesa-gesa. China yakin pemerintahan baru bentukan Taliban akan membantu menciptakan Stabilitas di Afghanistan.

Wang mengatakan China tak akan ikut campur dalam urusan internal Afghanistan. Namun China berharap Taliban akan mengupayakan kebijakan domestik dan laur negeri yang moderat dan stabil, serta menindak tegas semua jenis kekuatan teroris, dan bergaul dengan baik dengan semua negara, terutama negara tetangga.

China telah mengatakan siap untuk membangun hubungan persahabatan dengan Taliban. Pekan lalu seorang juru bicara Taliban mengatakan Beijing telah menjanjikan peningkatan bantuan, termasuk bantuan penanganan Covid-19.