October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

China Beli Tes PCR dalam Jumlah Massal, Beberapa Bulan Sebelum Kasus Covid-19 Pertama Dilaporkan

BeritaIndo – Laboratorium Wuhan di China membeli sejumlah besar peralatan pengujian virus Corona (PCR), beberapa bulan sebelum kasus Covid-19 pertama dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Desember 2019, menurut sebuah laporan baru.

Data baru diperoleh oleh Australia-AS perusahaan keamana siber dalam laporang internet 2.0 menemukan ada pembelian peralatan pengujian reaksi berantai polimerase PCR hampir 50 persen sepanjang 2019.

Tes PCR banyak digunakan untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19, karena memungkinkan para ilmuwan untuk memperkuat sampel DNA, dan memeriksa penyakit atau materi genetik lainnya.

Menurut temuan baru, pada 2019, ada 135 kontrak berisi peralatan PCR yang dikeluarkan oleh laboratorium Wuhan, naik dari pada 89 pada 2018 dan 72 pada 2017.

Selanjutnya, investigasi keuangan pada peralatan PCR meningkat hampir 600 persen dari 2015 hingga 2019 di Wuhan. Peningkatan pembelian PCR dimulai pada Mei 2019. Tetapi menjadi paling signifikan pada Juli, Lima bulan sebelum negara tersebut mengidentifikasi kasus Covid-19 pertama kepada WHO.

Para ahli mengatakan data tersebut mungkin menunjukkan bahwa pihak berwenang China mengetahui wabah virus corona lebih awal dari Desember, atau bahwa ada peningkatan fokus pada penelitian virologi dan pandemi di Laboratorium Wuhan.

Lebih lanjut kata dia, beberapa pembelian mungkin tak terlihat signifikansinya. Tetapi jika digabungkan, akan terlihat tren  yang secara komprehensif menantang narasi resmi, yakni bahwa pandemi dimulai pada Desember.

Mantan direktur intelijen Nasional AS John Ratcliffe juga mengatakan peningkatan pembelian peralatan PCR di Wuhan pada 2019 adalah signifikan.

Tetapi yang lain percaya bahwa laporan internet 2.0 tidak cukup untuk menarik kesimpulan seperti itu. Pasalnya pengujian PCR juga dapat digunakan untuk memeriksa patogen lain yang ditemukan pada manusia dan hewan.

Asal Usul pandemi  Covid-19 menjadi isu yang diperdebatkan, sejak pertama kali ditemukan sebagai penyakit mirip pneumonia yang tidak diketahui pada akhir 2019.

Sejak itu, virus menyebar ke hampir setiap sudut dunia, menginfeksi lebih dari 235 juta orang dan membunuh lebih dari 4,8 juta.