October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Cerita Nenek Mumun jadi manusia silver Di tangsel, Cari Nafkah demi Hidupi Cucunya

BeritaIndo – Di usianya yang sudah seperuh abad, Nenek mumun menghabiskan waktu menjadi manusia silver. Dia harus bekerja keras memenuhi kebutuhan sehari hari dirinya dan sang cucu

Profesi manusia Silver telah di lakoni nenek yang memiliki nama asli Muniroh yang berusia 56 Tahun itu selama setahun belakangan ini

Nenem Mumum melumuri seluruh tubuhnya dengan cat sablon silver muladi dari ujung rambut hingga ujung kaki, Sehari hari beraksi di salah satu Flyover di kota Tanggerang selatan (Tangsel)

Penampilannya itu menyita perhatian para pengendara yang sedang menuggu pergantian lampu agar bisa melaju dari merah ke hijau. Dia memanfaatkan kesempatan itu untuk menarik para empati pengendara sepeda motor maupun mobil yang sedang melintas di jalan itu.

Hal yang membuat iba, Nenek mumun berdiri di garis zebra cross sambil menggendong sang cucunya yang berusia hamir 3 tahun

Sambil menggendong, Lalu dia memberikan sikap hormat kepada pengendara, Tangan kirinya memegang kotak kecil, Wadah uang dari mereka yang iba, Terik matahari memantul ke tubuhnya yang di lumuri Car silver. Tatapan matanya menyorot ke pengendara

Setelah beberapa detik hormat, Nenen mumun kemudian berjalan menghampiri pengendara satu persatu , sambil menyodorkan kotak kecil Mengharap belas kasihan

Nenek mumun juga mengaku, Terpaksa menjadi manusia silver setelah berhenti menjadi asisten rumah tangga (ART) Di salah satu perumahan di ciledug lantaran harus mengurus cucunya

Selang beberapa tahun setelah berhenti menjadi ART, Nenek mumun menjajal jadi pengamen di bus labuhan-kalideres dengan menggendong cucunya yang di tinggal oleh anak dan menantunya usai keduanya bercerai.

Namun, Penghasilan sebagai pengamen Tak dapat menutup kebutuhan sehari hari, Belakangan manusia silver menjadi pilihan baru nenek mumun untuk mengais rezeki di jalanan

“Ya keadaan susah sesuai kalau enggak begini. Cuma ini yang bisa di lakukan buat dapat uang “pungkasnya saat di temuin BeritaINdo.Info

Mumum mengaku Terpaksa membawa cucuknya iku tmenjadi manusia silver lantaran tak ada yang mengasuhnya. Sebab ia hanya tinggal berdua dengan sang cucunya . sementara suaminya sudah jarang pulang dan memilih tinggal di Legok. Tanggerang

Ya sengaja dibawa, di rumah nggak ada orang, cuma tinggal berdua. Kasihan mah kasian, tapi mau dititipin sama siapa. Kalau ditinggal malah yang ada diculik orang nanti,” ungkap Mumun.

untuk beraksi menjadi manusia silver, Nenek mumun hanya mengluarkan modal Rp 20 ribu untuk membeli car sablon berwarna silver ukuran sekira 150 Ml. dengan modal itu mumun mengaku mendapatkan sehari 200 rebu sampai 250 ribu perharinya

penghasilannya tersebut lalu dia bagi untuk mencukup kebutuhan sehari hari. Seperti beli susu untuk cucunya dan bayar kontrakan 600 Perbulan

Paling minum penghasilan RP 200-250 ribu sudah banyak banget itu

Sosok nenek mumun sempat viral di sosial media, Akibatnya dia sempat di cari cari oleh petugas untuk di amankan.
Mumun mengaku bahwa dia sudah 2 kali di aman kan oleh petugas Satpol PP

Dia didata lalu di tawari untuk tinggal di panti asuhan, Begitu juga dengan cucunya, Tapi tawaran itu di tolak karena mumun menilai orang tua cucuknya masih hidup dan dirimya masih mampu mencari nafkah

Sempat dua kali diamani Satpol PP. Ditawari buat tinggal di panti atau gimana, Nanti kan di kasih kegiatan, Kalau cucu di taruh di panti asuhan anak anak .Tapi saya tolak. Karena mamak dan bapaknya masih ada

“Mau makan dari mana, kalau kapok kita mati kelaparan, enggak bisa tinggal di kontrakkan, yang ada hidup gelandangan di jalanan. Kalau kapok, siapa yang mau ngasih makan kita, buat susu, buat bayar kontrakkan. Kalau kita enggak usaha, enggak ada yang kasih makan,” ungkap Mumun.

Nasib serupa juga dialami Rina. Ibu dua anak itu, nekat menjadi manusia silver untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasalnya, suaminya kini tak bisa lagi diandalkan.

Rina mengaku, menjadi manusia silver sejak setahun lalu. Dia menggantikan anaknya yang lebih dulu jadi manusia silver yang kini memilih fokus sekolah karena trauma diamankan Satpol PP.

Sebelum menjadi manusia silver, Rina menyebut sempat menjajal menjadi tukang cuci dan setrika baju. Tapi penghasilan dari pekerjaan tersebut dianggap tak mencukupi.

“Sebelumnya pernah coba jadi tukang setrika baju, sebulan Rp 300 ribu, nggak cukup buat makan bertiga dan biaya anak,” ungkap Rina.

Sama dengan mumun, Rina juga menjadi manusia silver samvil menggendong anaknya yang paling kecil dan berusia 3 tahun . Rina pun tinggal berdekatan dengan mumun, Sehingga setiap harinya mereka mencari nafkah bersama

Di tengah pandemi covid 19 ini. Baik mumun dan rina mengaku khawatir cucu dan anaknya yang di bawa saat mengamen di jalan akan terpapar, tapi Mereka hanya bisa pasrah dan berharap tetap sehat