Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Cabuli 6 Siswi, Kepsek yang Juga Pendeta di Medan Divonis 10 Tahun Penjara

BeritaIndo – Kepala salah satu sekolah dasar swasta sekaligus pendeta di Medan, BS, divonis 10 tahun penjara. Dia terbukti bersalah melakukan perbuatan cabul terhadap siswinya.

”Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut di atas oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 60 Juta dengan ketentuan apabila tidak bisa dibayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” ucap majelis hakim saat membacakan putusannya di PN Medan secara virtual, Rabu (29/12/2021).

Hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan perbuatan cabul.

Hakim juga menyebut hal yang memberatkan terhadap terdakwa adalah perbuatannya sudah merusak masa depan anak-anak yang menjadi korban. bahwa akibat perbuatan terdakwa anak korban mengalami trauma yang mendalam.

Sebelumnya, kepala salah sastu sekolah dasar swasta sekaligus pendeta di Medan, BS , dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 3 bulan kurungan. BS diyakini bersalah melanggar Pasal 82 UU Perlindungan Anak juncto Pasal 65 KUHP.

Pengacara korban, Ranto Sibarani, memuji tuntutan oleh jaksa. ”Kita apresiasi jaksa ini, itu yang paling maksimal,” ucap Ranto.

Ranto mengatakan BS juga merupakan seorang pendeta. Dia mendapatkan informasi tersebut dari pihak gereja setelah BS ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan. Kasus ini berawal saat BS dilaporkan atas dugaan pencabulan oleh salah satu orang tua korban. Laporan itu dibuat ke Polda Sumut.

”Pada tanggal 1 April 2021, salah satu ibu korban telah melaporkan ke Polda Sumatera Utara (sumut) dugaan pelecehan seksual di sekolah yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah yang berinisial BS, namun kemudian itu baru diperiksa si korban itu dua hari yang lalu,” kata pengacara Korban, ranto Sibarani, Jumat (16/4).

”Oknum kepala sekolah dasar yang diduga melakukan pencabulan terhadap muridnya itu sudah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap muridnya itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakuka npenahanan,” Kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi,  Selasa (18/5).