October 24, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Bocah Pangandaran Meninggal Diduga Dicabuli, Ortu Desak Polisi Turun Tangan

BeritaIndo – Keluarga korban dugaan kekerasan seksual yang menyebabkan meninggal dunia akibat penyakit menular seksual, di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran berharap polisi bisa segera mengungkapkan kasus tersebut.

”Intinya kami meminta keadilan. Kami tidak bisa menerima, penderitaan yang dirasakan oleh anak saya menyakitkan sekali. Pokoknya kasus hukum tetap berlanjut terus,” Kata AR Bapak tiri korban.

Dia mengakui mengungkap kasus kekerasan seksual yang terjadi lebih dair 6 bulan lalu itu tidak mudah. Sejauh ini pihak keluarga hanya berpegang pada rekaman pengakuan korban sebelum meninggal dunia serta fakta bahwa korban meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit menular seksual.

”Iya pasti susah, tapi mudah-mudahan polisi bisa mengungkap, walaupun kemarin informasi dari polisi, katanya si terlapor setelah diperiksa negatif siphilis. Tapi kan mungkin saja dia mah sudah berobat, sementara anak saya tidak diobati. Soalnya siapa yang nyangka, anak kecil kena siphilis, tahu-tahu sudah parah,” Kata AR.

Selain itu AR juga menjelaskan anak perempuannya itu memang sering¬† bertandang ke rumah terlapor. Korban datang untuk bermain bersama cucunya.”Dia terlapor kan punya cucu, anak saya sering main ke sana. Walaupun usianya jauh dibawah, tidak sebaya, tapi dia senang main di sana.” Kata AR.

Sementara itu Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A Pangandaran Ida Nurlaela mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Walaupun kasus kekerasan seksual masih dalam tahan penyelidikan polisi, Ida mengingatkan bahwa peristiwa itu harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh orang tua di Pangandaran.

”Ini menyedihkan sekali. Hikmatnya para orang tua harus waspada, pelajari parenting yang benar. Pantau lingkungan pergaulan anak-anak kita, selalu tanya kabarnya setiap pulang bermain. Ajak komunikasi tentang apa-apa saja yang disetiap harinya,” Kata Ida.

Dia mengakui pihaknya sudah membangun sebuah sistem pengawasan dengan membentuk Satgas Pengawas di setiap desa yang terintegrasi ke Pemda dan kepolisian, namun peran orangtua tetap memegang peranan strategis untuk menghindar kekerasan terhada anak.

Lebih lanjut dia mengatakan dalam beberapa bulan terakhir kasus kekerasan seksual terhadap anak. Setidaknya dia mencatat ada 2 kasus yang mencolok. ”Sering terjadi, sebelumnya muncul kasus di wilayah Kecamatan Padaherang lalu di Kecamatan Pangandaran,” Kata Ida.