October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Bocah Korban Pesugihan Ortu Sudah Sembuh, Ingin Dibawakan Makan Ibunya

BeritaIndo – Bocah berinisial AP (6) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dicongkel matanya demi pesugihan orang tua sudah sembuh. AP seakan lupa dengan peristiwa kelam yang dialaminya, bahkan ingin diantarkan makan oleh ibunya yang kini menjadi tersangka.

”Jadi dia sudah emrasa seperti tidak terjadi apa-apa. Artinya traumanya sudah sembuh,” Ucap Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PPA Gowa, Sutra.

Sutra mengatakan AP sudah keluar dari rumah sakit sejak Senin (13/9). Hal tersebut karena mata AP yang sebelumnya sobek sudah mulai membaik.

”Alhamdulillah sudah bagus, matanya sudah mulai membaik, cuma memang masih butuh proses penyembuhan,” Ucapnya.

Setelah dari rumah sakit, korban terlebih dahulu dibawa ke rumah aman milik Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Gowa. Selama dua hari di rumah aman, kondisi trauma korban disebut sudah sembuh.

Sutra mengatakan korban juga sudah mulai mencari ibunya meski psikolog tidak pernah menyinggung nama pelaku. Namun Korban justru mulai ingat hingga memberi perhatian saat tahu ibunya sedang dirumah sakit jiwa.

Menurut Sutra, korban sudah mulai bersosialisasi dengan orang lain. Tidak seperti pada awal kasus cungkil mata ini terjadi, korban hanya mau mendekat ke paman korban.

Oleh karena itu, lanjut Sutra, pihak Dinas PPA Gowa berencana mengembalikan korban AP kepada pihak keluarga, dalam hal ini paman korban.

Sebelumnya diberitakan, ayah dan ibu AP, TT (45) dan HA (43),ditetapkan menjadi tersangka setelah menjalani tes kejiwaan. Keduanya diyakini sadar akan aksinya mencongkel mata anaknya demi pesugihan.

Polisi awalnya lebih dulu menetapkan kakek korban, BA (70), dan paman korban, US (45), sebagai tersangka kasus ini. Sedangkan ayah dan ibu korban sempat berstatus saksi setelah diduga mengalami gangguan jiwa.

Namun, setelah pemeriksaan di RSKD Dadi, ditemukan bahwa ayah dan ibu korban tak mengalami gangguan jiwa. Penganiayaan congkel mata itu dilakukan secara sadar bersama-sama.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang Nomor 2003 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT juncto Pasal 55,56 KUHP atau pasal 80 Juncto pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.