October 28, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Bocah 9 tahun yang rela Mulung untuk bantu kakek dan neneknya

BeritaIndo – Kecintaan kepada kakek dan neneknya, Membuat Veviola timporok, Bocah yang berusia 9 tahun Asal desa Tanawangko, Kecamatan Tombaro,kabupaten minahasa. Tak malu untuk menjadi seorang pemulung/ Pemungkut sampah, motivasinya hanya 1 untuk membantu meringankan Beban keluarganya

Vebiola yang akrab disapa Eby, sejatinya masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD). Namun, karena tak tega melihat kakek dan neneknya harus bekerja memungut sampah, Eby kemudian memutuskan untuk ikut bersama memungut sampah.

Cerita Vebiola, Bocah 9 Tahun yang Rela Memulung untuk Bantu Kakek dan Neneknya (1)
Eby Menagku dirinya yang berkeinginan ikut bekerja, Karena tak ingin melihat kakek dan neneknya bekerja sendirian. Dia pun tidak merasa malu, Bahkan eby tidak malu sama sekali, Dia berkata yang lebih memalukan adalah kalaau saya membuang sampah sembarangan “ujarnya

“Nyanda pernah tapikir malu (tidak pernah berpikir malu). Kenapa harus malu? Yang malu itu yang buang sampah sembarangan,” ujar Eby.

Cerita Vebiola, Bocah 9 Tahun yang Rela Memulung untuk Bantu Kakek dan Neneknya (2)
Eby sendiri mengaku sangat berkeinginan untuk menjadi polisi jika sudah besar, Dikatakannya jika dirinya sudah menjadi polisi , maka harapanya dia bisa membahagiankan orang tua serta kakek neneknya

Saya sangat sayang dengan Oma dan opa ( kakek dan nenek ) Umur panjang apabila saya sudah sukses nanti, yang Paling saya utama akan saya lakukan adalah membahagiakan oma dan opa . Kalau saya sudah menjadi seorang polisi, gaji saya akan saya sisipkan buat menghidupi mereka

Cerita Vebiola, Bocah 9 Tahun yang Rela Memulung untuk Bantu Kakek dan Neneknya (3)

Sementara itu, Maxi Erkels, sang kakek, Mengaku jika eby memang seorang yang rajin. Sebelum menjadi pemungkut sampah, Ebg memang sangat membantu ketika mereka berjualan ikan. Bahkan ketika dilarang untuk ikut. Cucunya langsung marah

“kami memungut sampah ini baru tiba bulan telakir, Kami lakukan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Sebelumnya kami berjualan ikan, tapi karena adanya PPKM sepi dan tutup, Nah eby ini sejak kami menjual ikan memang sudah sangat membantu.
Saat tau kami sekarang memungut sampah, Dia juga bilang dia tidak ingin membiarkan Opa dan oma Berkerja sendirian “Ujar maxi dengan mata berkaca kaca

Diceritakan maxi, Orang tua eby sebenarnya masih ada, Namun sejak Kecil Eby telah tinggal dengannya, Sehingga sudah sangat dekat , Menurut maxi ayahnya eby seorang pekerja bengkel dan ibunya adalah asisten rumah tangga di kota bitung

” Tentunya saya sangat bersyukur karena mendapatkan seorang cucu yang sungguh luar biasa. Saya sendiri berdoa agar anak ini bisa berhasil kedepan, Dan bisa meraih cita citanya. Ujar maxi