Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Bisa-bisanya Eks Dirjen Kemendagri Terima Suap Saat Isoman Corona

BeritaIndo – Mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto menjalani sidang dakwaan terkait kasus suap berkaitan dengan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kolaka Timur 2021. Dalam dakwaan jaksa KPK Ardian Noervianto menerima suap Rp 2,4 miliar saat sedang menjalani isolasi mandiri Corona.

Jaksa KPK saat membacakan dakwaan terhadap Ardian Nervianto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kamis (16/6/2022). Dalam dakwaannya, jaksa mengatakan suap tersebut berasal dari Bupati Kolaka Timur Andi Merya dan pengusaha LM Rusdianto Emba.

”Terdakwa M Ardian Noervianto bersama-sama dengan Laode M Syukur dan Sukarman Loke menerima hadiah atau janji, yakni menerima uang seluruhnya Rp 2.405.000.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut dari Andi Merya selaku Bupati Kolaka Timur dan LM Rusdianto Emba.” Ujar Jaksa KPK saat membaca dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kamis (16/6).

Jaksa mengatakan suap senilai Rp 2,4 miliar ini ditujukan agar Ardian memberikan pertimbangan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai syarat disetujuinya usulan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur 2021. Jaksa mengatakan dari jumlah uang Rp 2,4 miliar itu, Ardian telah menerima RP 1,5 miliar atau ketika ditukarkan ke mata uang asing senilai SGD 131 ribu.

”Supaya terdakwa memberikan pertimbangan kepada Menteri Dalam Negeri sebagai syarat disetujuinya usulan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur 2021, yang bertentangan dengan kewajibannya yaitu bertentangan dengan kewajiban Terdakwa selaku Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri,” ucap Jaksa.

Uang itu, kata jaksa, diserahkan Andi dan Rusdianto melalui Sukarman Loka selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna dan Laode M Syukur Akbar yang merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna.

Dalam kesempatan itulah jaksa KPK lalu membeberkan dalam dakwaannya bahwa Ardian menerima SGD 131 ribu itu saat tengah menjalani isoman Covid-19. uang tersebut diberikan ke Ardian lewat asistennya.

”Laode M Syukur Akbar menghubungi Terdakwa melalui telepon dan menanyakan bagaiman dengan rekomendasi PEN Kolaka Timur, Bro? lalu di jawab oleh Terdakwa Belum Bro, minggu ini ya.” Kemudian Laode menyampaikan ini dari teman teman menyampaikan kesanggupan komitmennya.” lalu dijawab oleh Terdakwa ”Saya sedang Isoman kasihkan ke Okta saja atau Ibu Ana,” Ujar jaksa dalam surat dakwaan yang dibaca di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Setelah menerima uang itu, jaksa mengatakan Ardian langsung menghubungi Laode M Syukur Akbar melalui video call WhatsApp. Ardian menyampaikan kalau uang Andi Merya senilai Rp 1,5 miliar atau SGD 131 ri bu sudah diterima.

Untuk diketahui, dalam sidang ini, Ardian di dakwa bersama-sama Laode dan SUkarman melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.