Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Bila China Invasi Taiwan, Paman Sam Janji Pasang Badan

BeritaIndo – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan negaranya akan membela Taiwan secara militer jika China melancarkan invasi ke pulau tersebut. Otoritas China menyatakan bahwa isu Taiwan menjadi urusan dalam negeri negaranya.

Pernyataan itu disampaikan Biden dalam kunjungannya ke Tokyo, Jepang. Pekan ini yang merupakan rangkaian kunjungan pertama ke kawasan Asia sejak dia menjabat tahun lalu. Biden juga memperingatkan bahwa China bermain-main dengan bahaya.

Saat ditanya wartawan di Tokyo soal apakah AS akan membela Taiwan secara militer jika negara itu diserang oleh China, biden Menjawab .”ya”.

”Itulah komitmen yang kami buat,” ujar Biden. ”Kami setuju dengan kebijakan satu China. Kami menandatanganinya dan semua perjanjian yang dimaksudkan dari sana. Tapi gagasan bahwa itu bisa direbut dengan paksa, direbut dengan kekuatan, itu tidak tepat.” sebutnya.

”itu akan membuat seluruh wilayaj rusak dan menjadi tindakan lain yang mirip dengna apa yang telah terjadi di Ukraina,” Ucap Biden.

Biden menambahkan bahwa harapannya agar peristiwa semacam itu tidak akan tejradi atau tidak akan dicoba untuk dilakukan. Pernyataan Biden ini menjadi pernyataan terkuat soal istu Taiwan, dan tampaknya agak menyimpang dari kebijakan AS sejak lama yang disebut ambiguitas strategis dalam posisinya terhadap Taiwan, yang terus diyakini China sebagai bagian wilayahnya.

Istu Taiwan diketahui menjadi isu paling sensitif dan penting dalam hubungan As dengan China. Pada Oktober tahun lalu, Biden juga melontarkan komentar senada soal membela Taiwan, namun Gedung Putih mengklarifikasi bahwa Biden tidak mengumumkan perubahan apapun dalam kebijakan AS.

Dalam pernyataan, Biden juga secara langsung mengaitkan hasil upaya-upaya Barat dalam membantu Ukraina menghadapi invasi Rusia dengan pelajaran yang kemungkinan bisa didapatkan China terkait isu Taiwan.

Biden menekankan bahwa persoalan ini bukan hanya soal Ukraina karena China ikut mengawasi untuk melihat apakah tekanan Barat terhadap Rusia berkurang.”Sinyal seperti apa yang dikirimkan kepada China soal dampak upaya merebut Taiwan dengan Paksa.

Secara teprisah, seorang pejabat Gedung Putih yang engga disebut namanya menilai pernyataan terbaru Biden itu sudah sesuai dengan kebijakan AS yang sudah ada soal Taiwan. Dia menegaskan tidak ada perubahan kebijakan.

”Kebijakan kami tidak berubah. Dia menegaskan kembali kebijakan Satu China kami dan komitmen kami pada perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan,” tegas pejabat Gedung Putih.