November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Bertemu Bank dan Kreditur, Evergrande Wacanakan Rekstrukturisasi Utang

BeritaIndo – Demi menyelamatkan nasib perusahaan, CEO Evergrande Group, Xia Haijun dikabarkan telah bertemu dengan pihak bank dan kreditur demi membicarakan kemungkinan restrukturisasi dan penjualan aset.

Pertemuan tersebut dikatakan berlangsung di Hong Kong. Langkah ini diambil perusahaan guna keluar dari jeratan utang senilai lebih dari 300 miliar dollar as atau setara Rp 4,290 triliun.

CEO Xia Haijun merupakan orang kepercayaan Presiden Evergrande, Hui Ka Yan. Ia bertugas menjalankan operasi sehari-hari Evergrande termasuk pembiayaan.

Karena masalah utang ini, Xia Haijun bahan sudah berada di Hong Kong selama kurang lebih dua bulan. Terlebih di tempat ini banyak aset milik Evergrande.

Evergrande sendiri memiliki kantor pusat di Shenzen. Karena masalah utang ini, para investor terutama yang berada di luar negeri masih belum tahu nasib investasi mereka.

Terlebih perusahaan ini baru saja gagal membayar bunga dari dua obligasi pada akhir bulan September lalu, sehingga membuat utang mereka terus bertumpuk.

Salah satu sumber terpercaya mengatakan kepada Reuters bahwa Xia Haijun juga sedang menjalin komunikasi dengan bank asing tentang perpanjangan dan pembayaran pinjaman.

”Xia juga perlu memilah-milah berapa banyak utang off-balance sheet yang dimiliki group di luar negeri, karena banyak yang ditanggung anak perusahaan Evergrande sendiri mungkin tidak menyadarinya.

Evergrande berusaha keras untuk melepaskan beberapa asetnya guna mengumpulkan uang tunai. Namun upaya ini belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Yuexiu Property, milik pemerintah China telah  menarik diri untuk membeli gedung kantor pusat Evergrande di Hong Kong karena kekhawatiran tentang situasi keuangan pengembangan yang semakin kacau.

Evergrande yang pernah menjadi pengembang terkaya di CHina, mengatakan bahwa mereka ingin melepas saham di aset termasuk layanan dan unit kendaraan listriknya untuk mengumpulkan dana.

Mereka bahkan sedang menyelesaikan rincian untuk menjual 51 persen unit Evergrande Property Service ke Hopson Development 2,57 miliar dolar AS (RP 36,1 triliun).