November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

BERITA TERBARU Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Pengacara Yoris dan Danu Siap Bantu Polisi Buru Otak Pembunuh

Berita terbaru pembunuh ibu dan anak di Subang terkait perkembangan penyidikan. Pengacara Yoris dan Danu, Achmad Taufan menyebut tidak ada yang salah dari penyidikan yang dilakukan Polisi.

Pendapat pengacara Yoris dan Danu tersebut sekaligus menepis anggapan dari pemerhati hukum dan praktisi hukum DR Heri Gunawan yang menyebut ada mis dalam penyidikan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Achmad Taufan, penasehat hukum yang baru tiga hari mendampingi Yoris dan Danu dari ATS Lawfirm, menyebut bahwa pelakunya memang canggih sehingga kasus pembunuh ibu dan anak di Subang hingga dua bulan ini belum terungkap.”Kalau proses penyidikan tidak ada yang salah, saya yakin Polisi profesional, apalagi Bareskrim turun,” ujar Achmad Taufan dalam wawancara dengan wartawan seperti dikutip Deskjabar.com dari YouTube Heri Susanto Channel, Kamis 21 Oktober 2021.

Menurut Achmad Taufan, dalam kasus pembunuh Subang ini bukan instansinya yang salah tapi skenario pembunuhannya yang profesional. “Kita harus cari otak dibalik pelaku, yang suport siapa dan pelakunya siapa, kita siap bantu Polisi untuk mengungkapnya,” ujarnya.

Menurutnya, kalau otaknya berhasil diungkap maka pelakunya bisa ditangkap, begitu juga sebaliknya kalau pelakunya ditangkap maka otak pelaku bisa diketahui siapa dalam yang sebenarnya kasus pembunuh ibu dan anak di Subang tersebut.

“Kita percaya Polres, Polda dan Bareskrim bisa mengungkap kasus pembunuh Subang ini,” ujarnya.Achmad Taufan mengemukakan, dalam dua bulan pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, Yoris dan Danu mengalami syok dan ketakutan luar biasa.

Karena alasan itulah, akhirnya pihak keluarga memutuskan menggunakan jasa pengacara untuk mendampingi Yoris dan Danu dalam pengungkapan pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini 21 Oktober 2021: Akankah Identitas Orang Tua dan Mantan Jessica Terungkap

Baca Juga: Lanjutan Mencari Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Menengok Isi Kulkas Ahli Forensik Sumy Hastry Purwanti

Achmad Taufan mengemukakan, Senin 18 Oktober 2021 Yoris dan Danu sudah menandatangani kuasa hukum di kantor ATS Lawfirm di Jakarta. Untuk itulah, mulai Rabu 20 Oktober 2021, tim langsung turun ke Subang dan bertemu dengan pihak keluarga Yoris dan Danu.

“Tujuannya pastinya kita akan investigasi dari kebenaran-kebenaran , mencari info-info, dan kita juga harus ikut membantu kepolisian, untuk mencari siapa sebenarnya pelaku yang benar-benar valid,” tutur Achmad Taufan dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan, yang dikutip melalui tayangan video di Youtube Misteri Mbak Suci, yang tayang pada 20 Oktober 2021.Achmad Taufan mengemukakan, setelah baca dari berbagai media dalam dua bulan ini belum ada petunjuk yang jelas, sehingga mereka harus turun untuk mengetahui dan bertemu saksi-saksi dan mencari bukti-bukti.

“Sehingga jika ada sesuatu yang janggal yang kita temukan maka kita juga akan menyampaikan kepada keolisian, dan dengan harapan upaya kita ini bisa turut membantu kepolisian dalam pengungkapan kasus ini,” tuturnya.

Psikologis Yoris dan Danu

Menjawab alasan akhirnya keluarga Yoris dan Danu a memutuskan menggunakan jasa pengacara, menurut Achmad Taufan, karena kedua kleinnya itu kondisi psikologinya merasa terganggu.
“Jadi kalau kemarin saya tanyakan kepada Yoris dan Danu, mereka ini awalnya tidak ingin memakai kuasa hukum karena mereka merasa tidak bersalah,” ujar Schmad Taufan.

“Mereka santa,i mereka ikuti proses hukum, dipanggil polisi mereka nurut, dipanggil kemana-mana meerka nurut karena mereka merasa tidak bersalah,” ujarnya menambahkan.Setalah 2 bln ini, menurut Achmad Taufan, ketika mereka sudah mengalami tekanan luar biasa, ketakutan yang luar biasa, apalagi kalau baca konten-konten media, ada yang mendukung dia, tapa juga ada yang mengklaim dia bersalah.

Baca Juga: USAI Piala Thomas 2021, 3 Ganda Putra Indonesia Masuk Top Ten Rangking BWF, The Minions di Posisi Pertama

“Pastinya seumur danu yang baru 21 tahun, saya yakin gejolak psikologinya luar biasa,” paparnya.
Sehingga karena alsan itulah, akhirnya Yoris dan Danu memutukan untuk mencari kuasa hukum, agar bisa terlindungi hak-haknya sebagai manusia.

Soal pengungkapan pembunuh ibu dan anak di Subang, Achmad Taufan mengatakan, mereka sudah melakukan gelar perkara, kemudian mempelajari dari konten-konten media.

“Maka kami yakin, juga setelah kami melakukan investigasi kepada Yoris dan Danu, kami yakin keduanya bukan pelaku dan tidak melakukan,”ujarnya menagaskan.

Soal kondisi terakhir saat ini dari Yoris dan Danu, menurutnya, kondisi saat ini Danu yang paling syok, karena info media banyak juga yg menyudutkan Danu, sehingga psikologis danu yg paling tetekan.“Kalau Yoris saya rasa juga sama, karena yang jad ikorban adalah almarhum ibu dan adik kandungnya. Sehingga kegelisahan kang Yoris inilah, dia ingin agar pelakunya secerpatnya ditemukan,” ujarnya.

Terkait proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian, menurutnya tidak ada yang salah dan yakin bahwa tidak ada kesalahan.“Bukan masalah di instasinya, tapi pelakunya sangat professional. Yang harus dicari adalah otak dibalik siapa yang nyuruh, siapa yang support,” paparnya.

“Kalau otak ketemu pelaku ketemu. Kalau pelaku ketemu otaknya ketemu,” ujarnya menambahkan.Achmad Taufan mengemukakan, sebenarnya banyak juga pengacara yang merasa iba dan ingin ikut membela Yoris dan Danu dalam pengungkapan pembunuh ubu dan anak di Subang, namun karena sudah ditandatangani di atas kertas, jumlah pengacara yang akan mendampingi Yoris dan Danu sebanyak 10 pengacara. ***