October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Berita Moto GP Hari Ini: Warning Ducati Saat Marc Marquez Buntuti Pecco

Berita Moto GP Hari Ini Warning Ducati Saat Marc Marquez Buntuti Pecco

BERITAINDO.INFO – MotoGP San Marino dijadwalkan mulai Jumat – Minggu, 17 – 19 September 2021. Potensi pertarungan antara Marc Marquez dan Francesco Bagnaia bisa saja terjadi. Ditambah Fabio Quartararo yang mungkin bangkit lagi, balapan MotoGP San Marino diprediksi bakal berjalan kian seru.

Saingan Seru Balapan MotoGP - BeritaIndo

Jelang MotoGP 2021 seri 14 di Sirkuit Misano, menarik disimak bagaimana pebalap Ducati Pecco Bagnaia akhirnya memenangkan duel sengit dengan Marc Marquez hingga garis finish di MotoGP Aragon pekan lalu.

Tekanan demi tekanan dari Marc Marquez untuk murid Valentino Rossi itu bisa dibilang ancaman serius sekaligus kekuatan bagi pebalap Ducati tersebut.

Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, bahkan sampai harus memberikan sinyal terus menerus bahwa Bagnaia dibuntuti Marc Marquez sepanjang balapan sejak lap pertama hingga akhir.

Davide Tardozzi percaya dengan keputusannya terus memberi sinyal waspada kepada Francesco Bagnaia pada MotoGP Aragon 2021.

Ducati mencetak kemenangan keempat mereka musim ini pada balapan MotoGP Aragon yang berlangsung di Sirkuit Aragon, Spanyol, Minggu (12/9/2021).

Kemenangan kali ini berarti penting bagi Ducati. Sebab, mereka merebut poin penuh dari tangan rival terbesar mereka dalam beberapa musim terakhir yaitu Marc Marquez (Repsol Honda).

Kebahagiaan Ducati makin besar karena mereka mengalahkan Marquez di salah satu teritorialnya. Balapan berlangsung menegangkan dari awal hingga akhir.

Marquez membuntuti Francesco Bagnaia sejak lap pertama. Menurut data yang dihimpun dari MotoGP.com, gap terbesar antara Bagnaia dan Marquez saat lomba hanya 0,354 detik.

Sebagai perbandingan, manusia bisa memerlukan waktu hingga 0,4 detik untuk berkedip. Meski tidak ada pergerakan dari Marquez sejak awal hingga menuju pengujung lomba, Ducati paham bahwa Si Semut dari Cervera bukannya menyerah.

Di sisi lain, Bagnaia belum pernah mencetak kemenangan sebelumnya. Pembalap dengan panggilan akrab Pecco itu sebelumnya selalu apes ketika mendapatkan peluang emas untuk merebut kemenangan.

Untungnya, Bagnaia mampu menghadapi tekanan tanpa henti dari Marquez. Satu hal yang membuat Bagnaia kurang nyaman justru sinyal terus menerus dari timnya bahwa ia sedang diikuti Marquez.

“Ini balapan yang panjang, dengan papan bertuliskan ‘plus nol [detik dari Marquez]’ sepanjang lomba dan karena kondisinya,” kata Bagnaia.

Davide Tardozzi mengatakan bahwa terus memberikan sinyal waspada kepada Bagnaia merupakan idenya.

Bahkan kondisi kritis ketika Marquez mulai berusaha menyalip Bagnaia tidak menghentikan Tardozzi untuk tetap melakukannya.

Informasi di papan pit sebenarnya tidak selalu harus akurat karena terkadang psikologis pembalap juga masuk hitungan.

“Itu ide saya. Dengan empat lap tersisa, saya ingin mengirimkan sinyal-sinyal itu,” kata Tardozzi,

“Dia jelas tahu siapa yang sedang dia hadapi, dia tahu rivalnya tepat di belakangnya, dan menunggunya untuk membuat kesalahan.”

“Saya hanya ingin membuat pikirannya tetap jernih, seakan berkata bahwa dia tahu apa yang bisa diperbuat lawannya.”

“Semacam pesan bawah sadar mungkin. Apakah itu membuat perbedaan atau tidak, saya tidak bisa mengatakannya,” tuturnya.

Kalau boleh berandai-andai, pria yang dikenal berapi-api saat berselebrasi itu barangkali mau-mau saja memberi tahu Bagnaia soal Marquez dengan tulisan besar agar diperhatikan.

Mungkin dengan spanduk yang diterbangkan helikopter seperti ucapan terima kasih saat Valentino Rossi melakoni balapan terakhir di Austria kemarin.

Bagaimana pun, Tardozzi angkat topi dengan keberhasilan Bagnaia mengatasi tekanan besar dari Marquez pada balapan MotoGP Aragon.

Ketenangan Bagnaia dalam menangkal semua manuver Marquez dengan hampir tanpa cela disebut Tardozzi menjadi bukti kualitas seorang pembalap juara.

“Dia berhasil menghadapi balapannya dengan cerdas dan kami sungguh ikut bahagia untuknya,” kata Tardozzi lagi.

“Dia pantas mendapatkan aplaus besar.”