Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Bagaimana Rusia Percepat Ekspansi NATO di Skandinavia

BeritaIndo – Setelah Finlandia mengumumkan niat bergabung dengan NATO, Kamis (12/5), Rusia memperingatkan penempatan infrastruktur NATO di perbatasannya akan di balas dengan ”langkah teknis militer,” tulis Kementerian Luar Negeri di Moskow.

Pengumuman oleh pemerintah di Helsinki itu menandakan perubahan terbesar pada arsitektur keamanan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Karena sejak dikalahkan Uni Sovyet hampir 80 tahun lalu, Finlandia mengadopsi doktrin netralitas yang berlaku hingga kini. Adapun Swedia, yang diperkirakan bakal mengumumkan niat serupa dalam beberapa hari ke depan, sebelumnya tidak pernah menjalin aliansi militer selama lebih dari 200 tahun.

Invasi Rusia terhadap Ukraina turut mengubah persepsi publik di kedua Negara terkait keamanan di Eropa. Dukungan bagi keanggotaa NATO di Finlandia yang selama ini hanya sebesar 20-30 persen, kini melampaui angka 70 persen dalam jajak pendapat terakhir.

Jika deklarasi pemerintahan kedua negara didukung oleh masing-masing parlemenm proses penerimaan keanggotaan Finlandia dan Swedia diyakini akan berlangsung singkat.

Pasalnya kedua negara dianggap sudah memenuhi kriteria keanggotaan NATO, yakni sistem demokrasi yang kokoh, kapabilitas militer yang tinggi dan tidak sedang berperang dengan negara lain.

Terlebih, Finlandia dan Swedia selama ini sudah dikenal sebagai sekutu dekat NATO. Belum lama ini, Finlandia mengumumkan pembelian belasan jet tempur teranyar AS, F-35.

Untuk memuluskan proses, Pemerintah di Helsinki juga sudah mematok anggaran pertahanan menjadi sebesar dua persen dari PDB, sesuai target yang ditetapkan NATO. langkah serupa diikuti Swedia yang menetapkan kenaikan berkala anggaran militer hingga 2028.

Namun begitu, proses penerimaan keanggotaan NATO bagi kedua negara tetap akan memakan waktu selama beberapa bulan. Ekspansi NATO di Skandinavia menempatkan Rusia dalam posisi terkepung oleh NATO, dari Lingkar Arktik hingga Laut Hitam. Ironisnya, perluasan itulah yang ingin dicegah Presiden Vladimir Putin dengan menginvasi Ukraina.

Moskow sejauh ini belum memberikan respons yang dramatis terhadap langkah Swedia dan Finlandia, kecuali betapa Rusia akan terpaksa membalas dengan langkah teknis militer dan kebijakan serupa untuk meredam munculnya ancaman terhadap keamanan nasional,” tulis Kementerian Luar Negeri.