October 25, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Ayah Bocah SD di Bali Akui Aniaya Anaknya Hingga Tewas

BeritaIndo – Seorang ayah di Bali berinisial IKT Tega menyiksa anaknya hingga tewas berinisial INS. Hal ini diakui olehnya setelah polisi membongkar kuburan dan mengautopsi jenazah anaknya.

”Pelaku sendiri tega melakukan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia,” Kata Kapolres Karangasem, Bali AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna, dalam keterangan tertulis.

IKT mengku menganiaya anaknya hingga tewas karena sebelumnya korban dari pagi bermain layang-layang dan tidak membantunya menyabit rumput. Karena itu, IKT marah dan memukul korban.

”Bahwa pada saat kejadian tersangka mengakui telah menyekap mulut korban dikarenakan tangisan yang sangat kencang akibat kesakitan, tangisan tersebut ditimbulkan karena sakit yang diakibatkan oleh pukulan pada leher,” tuturnya.

Menurut Ricko, hal itu dikuatkan oleh hasil autopsi yang menyakan bahwa ditemukan luka memar pada kepala, leher, bahu, lutut, dan tungkai bawah. Luka tersebut diakibatkan benda tumpul.

”pada pemeriksaan dalam ditemukan resapan darah pada kulit kepala, tulang kepala, otot leher, dan jaringan ikat sekitar tulang belakang leher ruas keempat , kelima dan keenam, serta lepas sendi sebagian pada sendi antara tulang belakang leher ruas keenam dan ketujuh, yang merupakan penyebab kematian anak tersebut,” tersang Ricko.

”Benturan kekerasan benda tumpul pada leher yang mengakibatkan terlepasnya sendi tulang leher yang menimbulkan robekan pembuluh nadi yang berada di saluran penonjolan tulang belakang,” Ujar Ricko.

Ricko mengatakan pihaknya telah menetapkan ayah kandung anak asal Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, itu sebagai tersangka tindak pidana kekerasan terhadap anak. AYah korban ditetapkan sebagai tersangka.

”Pelaku ditahan dan di tetapkan sebagai tersangka sejak Kamis (7/10) setelah bukti-bukti hasil penyidikan memperkuat dugaan bahwa ayah kandungnya merupakan pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Polisi mengganjar ayah korban dengan Pasal 80 Ayat 4 juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan anak Sub Pasal 44 Ayat (3) UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan kekerasan dalam Rumah Tangga.