October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

AS Pereteli Helikopter dan Pesawatnya, Taliban marah-Marah

BeritaIndo – Kelompok Taliban marah dan merasa kecewa setelah AS meninggalkan helikopter dan pesawat dalam keadaan sudah di preteli.

Pasukan AS melakukan demiliterisasai angkatan udara mereka di Afghanistan, sebelum angka kaki pada 30 Agustus malam waktu setempat.

Tersisa setidaknya 48 pesawat yang kemudian disita oleh miliki. Tidak diketahui berapa banyak yang masih beroperasi. Al Jazeera yang berkesempatan tur ke bandara melaporkan, demiliterisasi yang dilakukan Militer AS membuat milis marah-marah.

Dalam laporannya, presenter Charlotte Beliis mengatakan, Taliban berharap AS meninggalkan helikopter dan pesawat mereka dalam keadaan utuh.

”Saya kemudian menanyakan kenapa kalian mengira Amerika akan meninggalkan pesawatnya dalam keadaan beroperasi untuk kalian ?

”Mereka menjawa ‘kami yakin ini adalah aset nasional. Kami adalah pemerintah sekarang, Kami tentu akan menggunakannya dengan baik,” Kata Beliis.

Beliis melanjutkan, milisi kecewa dan merasa dikhianati karena mendapatkan warisan persenjataan udara yang sudah di pereteli. Lebih lanjut, Beliis melaporkan, milisi berharap sisi komersial bandara bisa beroperasi secepatnya sehingga warga bisa berpergian.

Berdasarkan inspeksi AS pada 30 Juni, Pasukan Afghanistan mengoperasikan 167 pesawat, termasuk 108 helikopter. Sebelum Kabul jatuh pada 15 Agustus, Uzbekistan membenarkan pasukan pemerintahan mengiri 46 ke wilayah mereka.

Sementara Burung besi lainnya diletakkan menghadap ke arah landasan pacu dengan posisi roda pendaratan dilepaskan. Sekitar 48 pesawat dan helikopter yang disita Taliban dilaporkan tidak diketahui kelayakan kondisinya.

Kebanyakan dibangun pada 1980-an. Butuh perawatan ekstra untuk membuat mereka layak terbang, apalagi terjun ke pertempuran. Jika Taliban sampai mendapatkan ke-48 pesawat dalam keadaan prima mereka mengungguli 10 sampai 30 negara anggota NATO.