November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

AS Gelar Sayembara Rp 71,5 M Untuk Tangkap 4 Gembong Narkoba Meksiko

BeritaIndo – Otoritas Amerika Serikat (AS) menawarkan imbalan 5 Juta US Dollar atau sekitar Rp 71,5 M untuk setiap informasi yang berujung penangkapan empat gembong narkoba asal Meksiko. Salah satunya merupakan saudara laki-laki dari gembong narkoba ternama Meksiko, Joaquin El Chapo Guzman, yang kini dibui di AS.

Aureliano Guzman Loera, yang merupakan saudara El Chapo, dituduh beroperasi dibawah kartel narkoba Sinaloa yang sangat berpengaruh di Meksiko.

Tiga tersangka lainnya diidentifikasi sebagai Ruperto Salgueiro Nevarez, Jose Salgueiro Nevarez dan Heriberto Salgueiro Nevarez. Ketiganya masih bersaudara.

Depratemen Kehakiman dan Departemen Luar Negeri AS, apda jumat waktu setempat, mengumumkan bahwa keempatnya dijerat dakwaan melanggar undang-undang narkoba di wilayah AS.

”Didakwa dalam dakwaasn AS Untuk pelanggaran undang-undang narkoba AS, termasuk konspirasi internasional untuk menyalurkan mariyuana, kokain, methamphetamine, dan fentanyl,” sebut juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, dalam pernaytaan terpisah.

Memerangi penyelundupan fentanyl opioid sintetis yang 50 persen lebih kuat dari heroin menjadi prioritas utama badan-badan penegak hukum AS. Menurut data sementara dari Pusa Statistik Kesehatan Nasional, angka kematian akibat overdosis fentanyl melonjak hingga 93.000 orang sepanjant tahun 2020.

El Chapo yang memimpin kartel narkoba Sinaloa telah berhasil ditangkap dan diekstradisi ke AS tahun 2017 lalu. Dia ditahan dipenjara dengan pengamanan tinggi di AS setelah diadili dan dihukum penjara seumur hidup oleh pengadilan AS tahun 2019.

Selama satu dekade lebih, AS dan Meksiko bekerja sama dengan memerangi pengedaran narkoba dalam program bernama Merida Initiative, dimana AS menyediakan senjata militer, dukungan teknis dan pelatihan keamanan.

Pada Oktober lalu, kedua negara yang bertetangga itu sepakat merombak pendekatan mereka untuk megatasi akar permasalahan dan meningkatkan upaya membatasi penyelundupan senjata lintas perbatasan.

Meksiko yang dilanda pertumpahan darah terkait kartel, yang sejauh iin menewaskan lebih dari 300.000 orang sejak pemerintah mengerahkan militer dalam perang melawan narkoba tahun 2006.