Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Amerika Serikat Janji Akan Bela Korea Selatan dari Ancaman Korea Utara

BeritaIndo – Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan mitranya, Korea Selatan, pada Sabtu, 21 Mei 2022, sepakat untuk menggelar latihan militer bersama. Amerika Serikat pun siap mengerahkan lebih banyak senjata jika diperlukan demi menangkal serangan dari Korea Utara.

Amerika Serikat dan Korea Selatan adalah sekutu lama, yang sudah berpuluh tahun saling beraliansi untuk menghadapi – bukan saja ancaman dari Korea Utara, namun untuk menjaga indo-Pasifik sebagai kawasan, yang bebas dan terbuka serta melindungi rantai suplai.

Biden dan Presiden Korea Sealatan Yoon Suk-yeol melakukan rapat di ibu Kota Seoul untuk pertama kali, sejak Yoon saj menjadi orang nomor satu di Korea Selatan pada 11 hari lalu. Pertemuan kedua sekutu ini, diselimuti laporan intelijen, yang menduga kalau Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang mempersiapkan uji coba rudal atau nuklir.

Presiden Yoon meminta kepastian dari Amerika Serikat bahwa Negeri Abang Sam tersebut akan mendorong lebih banyak upaya dalam menangkal ancaman-ancaman dari Korea Utara. Dalam sebuah pernyataan bersama, Biden pun menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat, yang akan membela Korea Selatan dengan senjata-senjata nuklir Amerika jika memang diperlukan.

Disebutkan pula dalam pernyataan bersama bahwa Amerika Serikat berjanji akan mengerahkan aset-aset strategisnya, seperti jet tempur pengebom, kapak selam rudal atau jet-jet tempur untuk menangkal ancaman dari Korea Utara. Biden dan Yoon sepakat untuk denuklirisasi Korea Utara serta siap membuka diplomasi dengan Pyongyang.

”Terkait rencana apakah saya akan bertemu Pemimpin Korea Utara, itu akan tergantung apakah Kim Jong Un, punya niat tulus dan apakah dia benar-benar serius,” kata Biden.

Dalam kesemaptan itu, Biden juga mengingatkan aliansi Korea Selatan dan Amerika Serikat harus berkembang, khususnya dalam upaya menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap menjadi area bebas dan terbuka. perang Korea Utara dan Korea Selatan terjadi pada 1950-1953.