October 24, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Aksi Keji Aipda Roni Bunuh 2 Wanita Berujung Vonis Mati

BeritaIndo – Oknum Polisi di Polres Pelabuhan Belawan, Aipda Roni Syahputra, divonis mati. Dia dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap dua orang wanita secara keji.

Kasus pembunuhan yang dilakukan Roni ini terungkap setelah ada penemuan dua wanita dalam keadaan tidak bernyawa. Satu wanita ditemukan di Medan dan satu lagi di Serdang Bedagai (sergai).

Penemuan mayat terjadi pada bulan Februari 2021. Berikut ini duduk perkara kasus ini sebagaimana dijelaskan dalam dakwaan jaksa.

Jaksa menyebut kasus ini berawal saat korban R dan A datang ke Polres Pelabuhan Belawan pada 13 Februari 2021. R disebut menanyakan ke Roni soal barang titipan untuk tahanan.

Roni yang merupakan polisi disebut meminta nomor ponsel R dengan alasan akan memberi kabar soal barang titipan itu. Jaksa mengatakan R memberi nomor ponselnya dan pergi dari Polres pelabuhan Belawan bersama A.

Roni kembali mengajak R bertemu pada 20 Februari 2021. Saat itu, Roni menghubungi R dan mengatakan barang titipan yang ditanyakan sebelumnya ada padanya. Roni, R , dan A kemudian bertemu di Polres Pelabuhan Belawan.

Setelah itu, Roni mengajak R masuk ke mobilnya. R sempat bertanya mereka mau pergi kemana. Roni kemudian memberi alasan dirinya mau ke mengambil titipan ponsel dan uang di ATM hingga akhirnya R dan A ikut.

Roni kemudian mengemudikan mobilnya ke dekat salah satu hotel di Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Saat masih di dalam mobil, Roni disebut melecehkan R dan memegang payudaranya.

Jaksa menyebut R dan A melawan Roni. Roni kemudian memukul A hingga kepala korban mengenai kursi mobil. Roni juga memukul R dengan borgol yang ada di dashboard mobilnya.

Setelah itu, Roni memborgol tangan R dan A. Dia juga disebut membekap mulut kedua korban dengan tisu serta melakban mulut dan mata korban. Roni kemudian mencabuli korban R.

Roni kemudian membawa keduanya ke salah satu hotel di jalan Jamin Ginting. Kamar hotel di lokasi ini biasanya terpisah-pisah dan kendaraan bisa diparkir di depannya.

Roni disebut membawa kedua korban ke kamar. Disana, Roni diduga memperkosa A yang masih berusia 13 tahun. Dia kemudian mengancam keduanya untuk tutup mulut.

Setelah melapiaskan nafsu bejatnya, Roni membawa kedua korban ke rumahnya. Istri Roni sempat bertanya apa yang terjadi. Namun, ROni mengancam akan membunuh istrinya jika si istri menceritakan hal itu.

Singkat cerita, kedua korban disekap di rumah Roni Hingga 21 Februari 2021. Roni kemudian membekap wajah kedua korban dengan bantal satu per satu hingga tewas. Mayat kedua korban kemudian di buang ke dua lokasi.

Akibat perbuatanya, Roni Didakwa melanggar pasal 340 KUHP juncto 65 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 65 KUHP.

Persidangan terus berjalan. Jaksa penuntut Umum menuntut terdakwa Aipda ROni dengan hukuman mati. Jaksa menilai Aipda Roni terbukti melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 65 KUHP.

Dalam Sidang putusan, majelis hakim memberikan vonis kepada Aipda Roni dengan hukuman mati. Artinya, vonis ini sama dengan tuntutan yang diajukan jaksa. Roni dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana. Tak ada hal meringankan bagi Roni.