October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Air Mata Seorang Ayah Lihat Putrinya Berdiri Gagah di Hadapan Presiden Jokowi sebagai Paskibraka

BeritaIndo – Heri tak lagi mampu membendung butiran air yang memenuhi pelupuk matanya. Seketika, kulit pipinya yang termakan usia mulai basah dengan sendirinya saat menyaksikan anaknya berdiri gagah di hadapan Presiden Joko Widodo.

Terharu, bangga dan bahagia, bercampur aduk dalam sukacita kala melihat putri tercintanya, Dwita Okta Amelia Herdia menjadi salah satu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka di Istana Negara, Selasa (17/8/2021).

Pria 51 tahun ini hanya bisa menyaksikan sang putrinya di layar kaca bersama istrinya, Nurdiana Ritonga (44). Pasangan Suami istri ini merupakan karyawan perusahaan sawit PTPN V unit Kebun Sei Intan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Heri mengaku tak pernah menyangka Dwita bakal menjadi perwakilan Provinsi Riau untuk ambil bagian dalam momen bersejarah tersebut.

Terlebih lagi, Dwita berasal dari SMA Negeri I Kunto Darussalam, sebuah sekolah yang awalnya jauh dari perhitungan, namun mampu mengalahkan ratusan peserta sekolah favorit nan unggulan.

”Saya mendukung. Teman-teman di kantor juga memberikan doa. Tapi, tidak pernah saya berani membayangkan dia akan berada disana. Berdiri mengibarkan bendera di Istana Negara,” Kata Heri.

Hal itu, kata dia, tak lain karena Dwita dikenal anak yang nyaris jarang keluar rumah sepulang sekolah. Tapi, satu yang pasti, Dwita anak berprestasi. Melahap semua pelajaran dan ekstrakurikuler di sekolahnya dengan mantab.

Heri telah mengabdi di perusahaan perkebunan milik negara PTPN V sejak 1991 silam. Namun, dia mengatakan Agustus 2021 inilah yang menjadi momen paling besar pernah ia rasakan.

Selain Dwita mengharumkan nama keluarga, Juga mengharumkan nama Provinsi Riau. Heri mengisahkan, perjalanan Dwita yang bercita-cita menjadi anggota Polri tersebut untuk menjadi bagian Paskibraka di Istana Negara cukup panjang.

Perjalanan panjang Dwita hingga ke Jakarta diawali dari tingkat paling bawah, tingkat kecamatan. Satu per satu tahapan di jalani dengan tekun dan doa. Hingga Akhirnya, Nama Siswa Kelas XI MIPA 1 itu muncul untuk lanjut ke tahapan seleksi kabupaten.