October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Ada Tumbukan Asteroid terhadap Jupiter, Apa Dampaknya ke Bumi ?

BeritaIndo – Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo mengatakan, telah terjadi tumbukan benda langit yang diduga asteroid terbaru pada Planet Jupiter. Menurut Marufin, benda langit kecil itu, diduga merupakan komet atau asteroid.

Berdasarkan itensitas kilatan cahayanya dan tidak terdeteksi plume tumbukan sebagaimana kejadian Juli 2009 silam, maka cukup yakin untuk mengatakan bahwa diameter benda langit mini yang menumbuk Jupiter kali ini sekitar 100 meter.

Lebih lanjut, Kata Marufin, adanya tumbukan asteroid yang menghantam Jupter ini terlacak dari sebuah kilatan cahaya putih di tengah cakram Jupiter.

Peristiwa asteroid menghantam Jupiter tampak dari kilatan cahaya produk tumbukan ini yang terdeteksi pada 14 September 2021 lalu pada jam 05:39 WIB, dari 3 lokasi yang berbeda yaitu Brasil, Jerman, dan Perancis.

Kilatan terdeteksi oleh sejumlah astronom amatir di Amerika Selatan dan Eropa, yang pada saat itu tengah menjalani waktu malam atau sekitar tengah malam.

Astronom-Astronom amatir tersebut merupakan bagian dari jejarin pengaman langit yang secara konsisten melaksanakan pengamatan berkelanjutan terhadap planet Jupiter.

Secara keseluruhan terdapat 5 Laporan kesaksian terjadinya tumbukan asteroid terhadap Jupiter pada waktu tersebut. Citra dari Harald Palaske ini mengesankan dimensi kilatan produk tumbukan asteroid tersebut setara bayangan yang sedang mengalami transit terhadap Jupiter.

Tumbukan terjadi pada kecepatan cukup besar untuk sistem Jupiter, sehingga melepaskan energi sekitar 850 megaton TNT atau setara 42.500 bom nuklir Nagasaki yang diledakkan secara bersamaan.

Tumbukan terjadi di Jupiter, sebuah planet gas raksasa yang didominasi gas dan cairan yakni produk pengembunan gas di bawa tekanan tinggi, yang bersifat metalik. Permukaan Jupiter adalah radius dimana tekanan gasnya setara 1 bar.

Saat tumbukan terjadi, maka material produk tumbukan akan tersembur vertikal sebagai kolom tumbukan sebelum kemudian melebar horizontal.

Jika diameter komet atau asteroidnya leboj dari 500 meter, maka plume akan terdeteksi hingga berhari-hari pasca tumbukan terjadi.

Akan tetapi, ia menegaskan, tumbukan asteroid pada Jupiter yang terjadi 14 September 2021 lalu tidak akan ada pengaruhnya  terhadap kondisi atau kehidupan di Bumi.