October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

2 Warga AS Pulang Usai 3 Tahun Dilarang Tinggalkan China

BeritaIndo – Dua warga negara Amerika Serikat (AS) yang merupakan kakak-beradik akhirnya bisa pulang ke negara mereka, setelah dialrang meninggalkan China sejak tahun 2018. Kepulangan keduanya tejradi setelah otoritas AS mengakhiri kasus hukum terhadap bos Huawei, Meng Wanzhou.

Cynthia dan Victor Liu akhirnya kembali ke AS setelah selama tiga tahun lebih mereka tidak diperbolehkan meninggalkan China di abwah Larangan keluar meskipun keduanya tidak menghadapi tuduhan kriminal apapun.

Ayah mereka, Liu Changming, yang seorang mantan pejabat bank dan buronan tengah di buru di China terkait dakwaan penipuan. ”Kami menyambut kembalinya Cynthia dan Victor Liu ke Amerika Serikat Pada Minggu (26/9),” Ucap Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS.

Disebutkan juru bicara Deplu AS bahwa staf konsuler AS di Shanghai membantu memfasilitasi keluarnya kakak-beradik itu dari China. ”Kami akan terus mengadvokasi atas nama semua warga Amerika di RRC, yang mengalami penahanan sewenang-wenang dan pemaksaan larangan keluar.

Keluarnya kakak-beradik ini dari China terjadi setelah otoritas kehakiman AS mencapai kesepakatan dengan Meng yang menjabat Chief Financial Officer Huawei, yang mengizinkan Meng kembali ke China dari Kanana setelah Jaksa AS menggugurkan dakwaan penipuan terhadapnya.

Beberapa jam setelah informasi soal kesepakatan Meng dan AS itu diumumkan, pada Jumat (24/9) lalu, dua warga Kanada yang tengah ditahan di China atas dakwaan spionase juga dibebaskan. Kedua warga Kanada itu telah terbang pulang ke negaranya usai tiga tahun ditahan di China.

Gedung Putih dalam pernyataannya pada Senin (27/9) waktu setempat, menegaskan bahwa pembebasan dua warga Kanada oleh China bukanlah pertukaran tahanan. Namun, Kasus keduanya turut dibahas dalam percakapan telepon antara Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping pada 9 September lalu.

Gedung Putih menolak untuk mengomentari kakak-beradik Liu yang kembali ke AS. Ibunda keduanya, Sandra Han, diketahui masih ditahan atas sejumlah dakwaan pidana di China.