October 24, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

2 Anggota Komisi III Juga Kritik Video Penangkapan Coki Pardede

BeritaIndo – Anggota Komisi III Fraksi PKB Rano Al Fath mengapresiasi sikap Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil yang menyoroti video viral penangkapan komika Coki Pardede. Rano menekankan polisi tidak harus mendokumentasikan kegiatan penangkapan kalau tidak ada keperluan penyidikan.

”Dalam Penangkapan seorang tersangka, tidak seharusnya polisi mendokumentasikan video kalau tidak ada keperluan penyidikan, apalagi dalam video tersebut terdapat sebutan-sebutan atau ujaran yang merendahkan, yang tujuannya untuk mempermalukan pelaku dan pada akhirnya video tersebut disebar ke ranah publik,” Kata Rano.

Rano meminta polisi humanis dan profesional dalam penangkapan pelaku di kasus apapun. Kecuali, jika ada perintah khusus untuk penyidikan.

”Mau bagaimanapun pelaku adalah manusia yang memiliki harkat dan martabat. Polisi harusnya tetap bisa manusiawi dan tidak mendehumanisasi pelaku. Seharusnya polisi selaku penegak hukum bisa bersikap profesional, fokus pada kasus hukum tersangka,” Ucapnya.

Jika sikap itu terus dilakukan, Kata Rano, Polisi tidak membentuk efek jera kepada pelaku, melainkan menciptakan hukuman sosial di masyarakat.

Hal yang sama diungkapkan anggota Komisi III DPR lainnya, Supriansa Politikus Golkar ini mengapresiasi Sikap Kapolda. Dia menyarankan lebih baik polisi bersikap kerasa kepada bandar narkoba. Supriansa menyebut Kapolda Metro sudah menjalankan tugas sesuai dengan konsep presisi.

Video penangkapan Komika Coki Pardede di Kasus Narkoba viral di media sosial. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyayangkan beredarnya video penangkapan tersebut.

Fadil Imran mengatakan penangkapan tersebut tidak elok karena menjadi tontonan publik. Apalagi dibubuhi kalimat yang merendahkan Coki Pardede. Poin Kedua, Fadil meminta personal dalam menyampaikan konferensi pers lebih humanis, terutama di kasus narkoba.